Pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh selesainya proyek infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjaga, memanfaatkan, dan mengembangkan hasil pembangunan secara bersama-sama. Prinsip tersebut kembali ditegaskan Pemerintah Kota Jambi melalui serah terima Program Kampung Bahagia Tahap I se-Kecamatan Pelayangan Tahun Anggaran 2026, yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., di Pendopo Gentala Arasy, Kelurahan Arab Melayu, Kecamatan Pelayangan. Program ini menjadi salah satu wujud pembangunan berbasis partisipasi masyarakat yang mengedepankan semangat gotong royong sebagai fondasi utama kemajuan daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Jambi menyerahkan hasil pemanfaatan berbagai kegiatan pembangunan kepada masyarakat di 23 RT yang menjadi penerima Program Kampung Bahagia tahap pertama. Selain penyerahan hasil pembangunan, Wali Kota Maulana juga memberikan santunan kepada anak yatim di Kecamatan Pelayangan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat aspek sosial di tengah masyarakat.

Kampung Bahagia Bangun Infrastruktur dan Solidaritas Sosial
Dalam sambutannya, Maulana menjelaskan bahwa Kampung Bahagia merupakan konsep pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam menentukan kebutuhan lingkungan melalui mekanisme musyawarah dan gotong royong.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya difokuskan pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kehidupan sosial masyarakat.
“Hari ini saya berada di Kecamatan Pelayangan dalam rangka serah terima pelaksanaan Program Kampung Bahagia tahap I. Sebanyak 23 RT sudah melaksanakannya,” ujar Maulana.
Ia menambahkan, berbagai hasil pembangunan yang telah diserahkan mencakup pembangunan jalan lingkungan, drainase, lapangan olahraga, ruang serbaguna, hingga pengadaan fasilitas sosial seperti kursi, tenda, dan sistem suara (sound system) yang disesuaikan dengan kebutuhan warga di masing-masing RT.
Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Salah satu karakteristik utama Program Kampung Bahagia adalah setiap bentuk pembangunan ditentukan melalui hasil rembuk warga.
Dengan pendekatan tersebut, setiap lingkungan memperoleh fasilitas yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung.
“Program Kampung Bahagia tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan,” jelas Maulana.
Pendekatan partisipatif ini menjadi pembeda dibandingkan pembangunan konvensional yang sepenuhnya ditentukan dari atas. Dalam Kampung Bahagia, warga memiliki ruang untuk menentukan prioritas pembangunan sesuai kondisi lingkungannya.
Hasil Pembangunan Diminta Dijaga Bersama
Usai menyerahkan hasil pembangunan, Wali Kota Maulana mengingatkan masyarakat agar menjaga seluruh fasilitas yang telah dibangun.
Menurutnya, keberhasilan program tidak berhenti pada selesainya pekerjaan fisik, tetapi bergantung pada rasa memiliki masyarakat terhadap aset yang telah tersedia.
“Hari ini saya serahkan hasil-hasil pembangunan. Tolong dimanfaatkan dan dijaga, ini semua milik bapak dan ibu. Yang penting warga bahagia, rukun, saling gotong royong untuk Kota Jambi yang lebih maju, aman, dan bersih,” pesan Maulana.
Ajakan tersebut mempertegas filosofi Kampung Bahagia yang menjadikan masyarakat bukan sekadar penerima manfaat, tetapi juga penjaga keberlanjutan pembangunan.
OPBM Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Maulana juga menyerahkan secara simbolis gerobak motor untuk mendukung pelaksanaan Optimalisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).
Ia mengungkapkan bahwa di Kecamatan Pelayangan, program OPBM telah menjangkau 2.560 rumah, dengan sistem pengambilan sampah dari rumah ke rumah disertai pemilahan sejak dari sumbernya.
Hasil pengelolaan tersebut bahkan telah memungkinkan 546 rumah tangga kurang mampu memperoleh layanan pengangkutan sampah secara gratis berkat nilai ekonomi dari hasil pemilahan sampah.
Menurut Maulana, pola pengelolaan tertutup tersebut diharapkan dapat diterapkan di seluruh kecamatan sehingga biaya operasional pengangkutan sampah menjadi lebih efisien dan hasil penghematannya dapat dialihkan untuk program-program kesejahteraan masyarakat lainnya.
Kecamatan Pelayangan Tuntaskan Tahap Pertama
Camat Pelayangan, Gazali, menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Kampung Bahagia Tahap I di wilayahnya telah selesai sepenuhnya.
Ia menyebut pembangunan terdiri atas dua kelompok utama, yakni pembangunan infrastruktur di delapan titik serta pengadaan kebutuhan sosial berdasarkan hasil musyawarah warga di setiap RT.
Selain itu, pelaksanaan OPBM di Kecamatan Pelayangan juga telah mencapai 100 persen, dengan seluruh rumah tangga mulai menerapkan pemilahan sampah dari rumah. Ia berharap semakin banyak warga yang nantinya memperoleh layanan pengangkutan sampah tanpa biaya melalui optimalisasi hasil daur ulang.
Dukungan Datang dari Masyarakat dan Akademisi
Keberhasilan Program Kampung Bahagia mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Ketua Forum Ketua RT (FKRT) Kelurahan Tengah, Husairi, menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan Program Kampung Bahagia maupun OPBM. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Jambi, camat, lurah, serta seluruh perangkat daerah yang telah menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dukungan serupa datang dari kalangan akademisi. Mewakili Universitas Jambi, Guspianto menilai Program Kampung Bahagia merupakan inovasi pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga melalui lingkungan yang lebih sehat, bersih, aman, dan tertata.
Membangun Kota Dimulai dari Lingkungan Terkecil
Serah terima Program Kampung Bahagia Tahap I di Kecamatan Pelayangan menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak selalu harus dimulai dari proyek berskala besar. Melalui pendekatan berbasis gotong royong, musyawarah, dan pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Kota Jambi menghadirkan model pembangunan yang berangkat dari kebutuhan nyata warga dan dilaksanakan dengan partisipasi aktif masyarakat.
Keberhasilan pelaksanaan program di 23 RT Kecamatan Pelayangan memperlihatkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, tokoh lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan mampu menghasilkan pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan pembangunan infrastruktur, penguatan fasilitas sosial, serta pengelolaan lingkungan melalui OPBM, Program Kampung Bahagia tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan permukiman, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan sebagai modal utama mewujudkan Kota Jambi yang lebih maju, bersih, aman, dan bahagia.








