Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Hadiri Wisuda Tahfidz, Wali Kota Maulana Tekankan Peran Penting Orang Tua di Tengah Kecanggihan Teknologi

badge-check


					Hadiri Wisuda Tahfidz, Wali Kota Maulana Tekankan Peran Penting Orang Tua di Tengah Kecanggihan Teknologi Perbesar

Wisuda Tahfidz Menjadi Pengingat Pentingnya Pendidikan Karakter

JAMBI — Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat dan mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, pendidikan karakter kembali menjadi sorotan utama. Momentum itu mengemuka saat Wali Kota Jambi, Maulana, menghadiri kegiatan wisuda tahfidz yang diikuti para santri dan pelajar penghafal Al-Qur’an.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana menyampaikan apresiasi kepada para peserta wisuda yang telah menunjukkan dedikasi dalam menghafal kitab suci Al-Qur’an. Namun lebih dari sekadar memberikan penghargaan atas capaian akademik dan spiritual tersebut, ia menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam membimbing anak-anak di tengah derasnya arus perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas sekolah atau lembaga pendidikan agama, melainkan juga oleh peran keluarga sebagai lingkungan pertama yang membentuk karakter seorang anak.

“Di tengah kemajuan teknologi yang sangat pesat, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mendampingi dan mengarahkan anak-anak agar tetap memiliki nilai-nilai moral, akhlak, dan spiritual yang kuat,” ujar Maulana dalam kegiatan wisuda tahfidz tersebut.

Mengapa Peran Orang Tua Menjadi Semakin Penting?

Kemajuan teknologi telah menghadirkan berbagai kemudahan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Akses informasi kini tersedia hanya melalui genggaman tangan. Anak-anak dan remaja dapat memperoleh pengetahuan, hiburan, hingga berinteraksi dengan dunia luar tanpa batas geografis.

Namun di balik manfaat tersebut, muncul tantangan baru yang semakin kompleks.

Fenomena kecanduan gawai, paparan informasi yang tidak sesuai usia, menurunnya interaksi keluarga, hingga perubahan pola perilaku anak menjadi isu yang dihadapi banyak keluarga modern. Dalam situasi seperti itu, orang tua tidak lagi cukup hanya berperan sebagai penyedia kebutuhan materi, tetapi juga harus hadir sebagai pendidik, pengawas, sekaligus teladan bagi anak-anak mereka.

Karena itulah, pesan yang disampaikan Wali Kota Maulana dalam wisuda tahfidz memiliki relevansi yang luas. Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng utama dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

Wisuda Tahfidz sebagai Simbol Investasi Jangka Panjang

Kegiatan wisuda tahfidz yang digelar tersebut menjadi lebih dari sekadar seremoni kelulusan. Acara itu mencerminkan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter.

Para peserta yang berhasil menghafal Al-Qur’an dinilai telah menunjukkan disiplin, ketekunan, serta komitmen yang tinggi dalam proses pembelajaran. Nilai-nilai tersebut merupakan modal penting yang akan membantu mereka menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.

Maulana menilai bahwa keberhasilan seorang anak menghafal Al-Qur’an tidak terlepas dari dukungan keluarga, khususnya orang tua yang secara konsisten memberikan motivasi dan pendampingan selama proses pendidikan berlangsung.

Dalam konteks itu, wisuda tahfidz menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan lingkungan masyarakat dalam membentuk generasi yang berkualitas.

Al-Qur’an dan Tantangan Generasi Digital

Perkembangan teknologi sering kali dipandang sebagai ancaman terhadap pendidikan karakter. Namun sesungguhnya, teknologi hanyalah alat yang dapat membawa manfaat maupun dampak negatif, tergantung pada bagaimana manusia menggunakannya.

Karena itu, Maulana menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki fondasi spiritual yang kuat agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

Menghafal Al-Qur’an bukan sekadar kemampuan mengingat ayat demi ayat. Lebih dari itu, proses tersebut merupakan latihan membangun kedisiplinan, pengendalian diri, serta pemahaman terhadap nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya.

Di tengah derasnya arus digitalisasi, kemampuan seperti itulah yang dinilai semakin penting dimiliki oleh generasi muda.

Pendidikan Karakter Tidak Bisa Diserahkan Sepenuhnya kepada Sekolah

Salah satu pesan utama yang muncul dalam kegiatan tersebut adalah bahwa pendidikan karakter tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah maupun lembaga pendidikan agama.

Orang tua tetap memegang peran sentral dalam membentuk kebiasaan, pola pikir, dan nilai-nilai yang akan dibawa anak hingga dewasa. Interaksi sehari-hari di rumah menjadi faktor yang sangat menentukan dalam proses pembentukan kepribadian.

Berbagai penelitian pendidikan menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan pendampingan aktif dari orang tua cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik, kemampuan sosial yang lebih kuat, serta tingkat ketahanan mental yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, Maulana mengajak seluruh orang tua untuk terus meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pendidikan anak, terutama dalam menghadapi tantangan era digital yang terus berkembang.

Komitmen Kota Jambi Membangun Generasi Berakhlak

Pesan yang disampaikan dalam wisuda tahfidz sejalan dengan berbagai program Pemerintah Kota Jambi yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia dan penguatan karakter generasi muda.

Selama beberapa tahun terakhir, Pemkot Jambi aktif mendukung kegiatan keagamaan, pembinaan generasi muda, pendidikan Al-Qur’an, serta program-program yang bertujuan memperkuat nilai moral di tengah masyarakat.

Langkah tersebut merupakan bagian dari visi pembangunan yang tidak hanya mengejar kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia yang berintegritas dan berakhlak mulia.

Melalui berbagai kegiatan keagamaan, termasuk wisuda tahfidz, pemerintah berharap lahir generasi yang mampu menjadi pemimpin masa depan dengan bekal ilmu pengetahuan, kecakapan teknologi, dan nilai-nilai spiritual yang seimbang.

Menyiapkan Masa Depan di Tengah Perubahan Zaman

Wisuda tahfidz yang dihadiri Wali Kota Maulana menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi dan pembangunan karakter bukanlah dua hal yang saling bertentangan.

Justru di tengah dunia yang semakin terkoneksi dan serba digital, kebutuhan akan nilai-nilai moral, etika, dan spiritual menjadi semakin penting. Teknologi dapat mempercepat perubahan, tetapi keluarga tetap menjadi fondasi utama yang menentukan arah perjalanan generasi muda.

Karena itu, pesan yang mengemuka dari kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada para wisudawan, tetapi juga kepada seluruh orang tua dan masyarakat. Bahwa membangun masa depan tidak cukup dengan menyediakan akses teknologi dan pendidikan formal semata, melainkan juga dengan menanamkan nilai-nilai yang akan menjadi kompas kehidupan bagi anak-anak di masa depan.

Di tengah kecanggihan teknologi yang terus berkembang, peran orang tua tetap menjadi faktor yang tidak tergantikan dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Dari Sekadar Scroll FYP Jadi Cuan, 25 UMKM Jambi Praktik Bikin Konten dan Live TikTok

17 Juni 2026 - 07:21 WIB

Wali Kota Maulana Apresiasi Prestasi LAM Kota Jambi Raih Hatrick Juara pada Penilaian LAM Tingkat Provinsi

16 Juni 2026 - 13:21 WIB

Sambut Muharram 1448 Hijriah, Wali Kota Jambi Dorong Pembentukan Generasi Muda Qurani

16 Juni 2026 - 13:10 WIB

Tak Lagi Sekadar Teguran, ASN di Jambi Kini Terancam Demosi—Ini Alasannya

15 Juni 2026 - 13:09 WIB

Pastikan Sarana Ibadah yang Layak, Wali Kota Maulana Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al Muhajirin di Mayang Mangurai

15 Juni 2026 - 12:24 WIB

#JambiBergerak BERITA