Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Pastikan Sarana Ibadah yang Layak, Wali Kota Maulana Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al Muhajirin di Mayang Mangurai

badge-check


					Pastikan Sarana Ibadah yang Layak, Wali Kota Maulana Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al Muhajirin di Mayang Mangurai Perbesar

Awal Pembangunan yang Membawa Harapan Baru bagi Jamaah

JAMBI — Di tengah pesatnya perkembangan kawasan permukiman dan pertumbuhan jumlah penduduk, kebutuhan akan sarana ibadah yang memadai menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas kehidupan sosial masyarakat. Kesadaran itulah yang melatarbelakangi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Muhajirin di Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana.

Momentum tersebut tidak hanya menandai dimulainya pembangunan fisik sebuah rumah ibadah, tetapi juga mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung terciptanya fasilitas keagamaan yang layak, nyaman, dan mampu menjadi pusat aktivitas sosial kemasyarakatan.

Di hadapan tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan warga setempat, Maulana menegaskan bahwa keberadaan masjid memiliki peran yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar tempat melaksanakan ibadah ritual. Masjid, menurutnya, merupakan pusat pembinaan umat, pendidikan karakter, serta penguatan nilai-nilai sosial di tengah kehidupan masyarakat modern.

Mengapa Pembangunan Masjid Menjadi Penting?

Pembangunan kota sering kali identik dengan infrastruktur jalan, kawasan ekonomi, atau fasilitas publik yang bersifat fisik. Namun dalam praktiknya, kualitas kehidupan masyarakat juga sangat dipengaruhi oleh keberadaan ruang-ruang sosial dan spiritual yang mampu memperkuat kohesi warga.

Masjid merupakan salah satu institusi sosial yang memiliki peran strategis dalam membangun harmoni masyarakat. Selain menjadi tempat pelaksanaan ibadah, masjid berfungsi sebagai ruang pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, pusat kegiatan sosial, hingga wadah penguatan solidaritas antarwarga.

Dalam konteks tersebut, pembangunan Masjid Al Muhajirin menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang di kawasan Mayang Mangurai. Pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas warga memerlukan fasilitas ibadah yang lebih representatif agar mampu menampung berbagai kegiatan keagamaan dan sosial secara optimal.

Karena itu, pembangunan masjid tidak hanya dilihat sebagai proyek konstruksi, tetapi sebagai investasi sosial jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan lintas generasi.

Komitmen Pemerintah Kota terhadap Sarana Keagamaan

Peletakan batu pertama yang dilakukan Wali Kota Maulana menunjukkan bahwa pembangunan sektor keagamaan tetap menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan Kota Jambi.

Dalam berbagai kesempatan, Pemerintah Kota Jambi menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan sarana ibadah di berbagai wilayah. Dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui bantuan pembangunan fisik, tetapi juga melalui fasilitasi program-program keagamaan yang bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Menurut Maulana, keberadaan sarana ibadah yang layak merupakan kebutuhan mendasar yang harus mendapat perhatian bersama. Masjid yang representatif akan memberikan kenyamanan bagi jamaah sekaligus menjadi ruang yang produktif untuk membangun masyarakat yang religius dan berkarakter.

Pernyataan tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Jambi yang menempatkan aspek spiritual, sosial, dan budaya sebagai bagian integral dari pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Masjid sebagai Pusat Peradaban Masyarakat

Sejarah menunjukkan bahwa masjid memiliki posisi yang sangat penting dalam perkembangan peradaban Islam. Sejak masa awal, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, hingga pengembangan ekonomi umat.

Fungsi multidimensional itulah yang kini kembali didorong melalui pembangunan berbagai sarana ibadah modern, termasuk Masjid Al Muhajirin.

Di lingkungan masyarakat perkotaan yang semakin dinamis, keberadaan masjid dapat menjadi ruang yang memperkuat hubungan sosial antarwarga. Berbagai kegiatan seperti pengajian, pendidikan anak, pembinaan remaja, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan dapat tumbuh dan berkembang melalui pengelolaan masjid yang baik.

Karena itu, pembangunan fisik masjid perlu diiringi dengan penguatan fungsi sosialnya agar manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh jamaah saat beribadah, tetapi juga oleh masyarakat secara lebih luas.

Gotong Royong Menjadi Kunci Keberhasilan

Salah satu pesan penting yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya semangat gotong royong dalam mewujudkan pembangunan rumah ibadah.

Pembangunan masjid pada umumnya lahir dari partisipasi masyarakat yang secara sukarela menyumbangkan tenaga, waktu, maupun sumber daya yang dimiliki. Tradisi tersebut telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia dan terbukti mampu memperkuat rasa kebersamaan di tengah warga.

Pengurus pembangunan Masjid Al Muhajirin berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, hingga pemerintah.

Semangat kolaborasi tersebut menjadi modal penting agar pembangunan masjid dapat selesai sesuai rencana dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menjawab Kebutuhan Jamaah yang Terus Bertumbuh

Kelurahan Mayang Mangurai merupakan salah satu kawasan yang mengalami perkembangan cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan permukiman dan meningkatnya jumlah penduduk membawa konsekuensi terhadap kebutuhan fasilitas publik, termasuk sarana ibadah.

Pembangunan Masjid Al Muhajirin diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut dengan menyediakan ruang ibadah yang lebih nyaman dan representatif bagi jamaah.

Selain itu, keberadaan masjid baru juga berpotensi menjadi pusat kegiatan sosial yang mendukung pembinaan generasi muda dan penguatan nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekitar.

Dalam jangka panjang, manfaat pembangunan ini tidak hanya akan dirasakan oleh masyarakat saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang yang tumbuh dan berkembang di kawasan tersebut.

Membangun Kota dengan Sentuhan Nilai Spiritual

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Muhajirin menjadi simbol bahwa pembangunan kota tidak hanya berbicara tentang aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga tentang upaya memperkuat fondasi moral dan spiritual masyarakat.

Melalui dukungan terhadap pembangunan sarana ibadah yang layak, Pemerintah Kota Jambi menunjukkan bahwa pembangunan manusia tetap menjadi prioritas utama di tengah berbagai agenda pembangunan lainnya.

Bagi warga Mayang Mangurai, dimulainya pembangunan Masjid Al Muhajirin membawa harapan baru akan hadirnya ruang ibadah yang lebih nyaman sekaligus menjadi pusat kegiatan sosial yang mempererat hubungan antarwarga.

Dan di balik peletakan batu pertama itu, tersimpan pesan yang lebih besar: bahwa kota yang maju bukan hanya kota yang berkembang secara fisik, tetapi juga kota yang mampu menjaga dan memperkuat nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi kehidupan masyarakatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Dari Sekadar Scroll FYP Jadi Cuan, 25 UMKM Jambi Praktik Bikin Konten dan Live TikTok

17 Juni 2026 - 07:21 WIB

Wali Kota Maulana Apresiasi Prestasi LAM Kota Jambi Raih Hatrick Juara pada Penilaian LAM Tingkat Provinsi

16 Juni 2026 - 13:21 WIB

Hadiri Wisuda Tahfidz, Wali Kota Maulana Tekankan Peran Penting Orang Tua di Tengah Kecanggihan Teknologi

16 Juni 2026 - 13:17 WIB

Sambut Muharram 1448 Hijriah, Wali Kota Jambi Dorong Pembentukan Generasi Muda Qurani

16 Juni 2026 - 13:10 WIB

Tak Lagi Sekadar Teguran, ASN di Jambi Kini Terancam Demosi—Ini Alasannya

15 Juni 2026 - 13:09 WIB

#JambiBergerak BERITA