Muharram Jadi Momentum Menata Masa Depan Generasi
JAMBI — Pergantian tahun baru Islam tidak hanya menjadi penanda perubahan kalender bagi umat Muslim, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi tentang arah pembangunan manusia di masa depan. Dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Wali Kota Jambi Maulana mengajak masyarakat menjadikan momentum Muharram sebagai titik awal memperkuat pembentukan generasi muda Qurani yang berakhlak, berilmu, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan menyambut Muharram yang digelar Pemerintah Kota Jambi. Di hadapan masyarakat, tokoh agama, serta para peserta kegiatan keagamaan, Maulana menegaskan bahwa investasi terbesar sebuah daerah bukan semata pembangunan fisik, melainkan pembangunan karakter generasi mudanya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi anak-anak dan remaja saat ini jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat menghadirkan berbagai peluang sekaligus risiko yang perlu diantisipasi melalui penguatan nilai-nilai keagamaan sejak dini.
“Generasi muda harus dibekali fondasi akhlak dan nilai-nilai Al-Qur’an agar mampu menjadi pribadi yang tangguh serta tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman,” ujar Maulana.
Mengapa Pembentukan Generasi Qurani Menjadi Penting?
Di berbagai daerah di Indonesia, isu pembangunan sumber daya manusia kini menjadi fokus utama pemerintah. Kota Jambi tidak terkecuali.
Di tengah derasnya arus informasi digital, anak-anak dan remaja menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari pengaruh media sosial, perubahan pola interaksi sosial, hingga berbagai bentuk penyimpangan perilaku yang muncul akibat minimnya penguatan karakter.
Karena itu, Muharram tidak sekadar diperingati sebagai tradisi tahunan. Pemerintah Kota Jambi memandang bulan pertama dalam kalender Hijriah tersebut sebagai momentum strategis untuk menghidupkan kembali semangat hijrah, yakni berpindah menuju kondisi yang lebih baik secara spiritual maupun sosial.
Pendekatan tersebut selaras dengan berbagai program keagamaan yang selama ini dikembangkan Pemkot Jambi untuk memperkuat pendidikan karakter masyarakat, khususnya generasi muda. Berbagai kegiatan bernuansa Islami terus didorong agar menjadi ruang pembelajaran yang relevan bagi anak-anak dan remaja.
Semangat Hijrah dan Pendidikan Karakter
Dalam tradisi Islam, hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, melainkan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik.
Nilai tersebut menjadi pesan utama yang terus digaungkan Pemerintah Kota Jambi melalui berbagai kegiatan Muharram. Maulana menilai bahwa semangat hijrah harus diterjemahkan dalam bentuk nyata, salah satunya melalui upaya memperbaiki kualitas pendidikan karakter generasi muda.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur semata. Kualitas moral dan akhlak masyarakat juga menjadi indikator penting yang menentukan masa depan suatu daerah.
Karena itu, pembentukan generasi muda Qurani dipandang sebagai investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan dalam berbagai sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi hingga tata kelola pemerintahan di masa mendatang.
“Bulan Muharram merupakan bulan yang mulia dan penuh makna, khususnya tentang semangat hijrah yang membawa pesan perubahan dan perbaikan diri,” kata Maulana dalam salah satu agenda Muharram yang digelar Pemerintah Kota Jambi.
Al-Qur’an Sebagai Fondasi Moral Generasi Digital
Perkembangan teknologi yang tidak dapat dihindari menuntut adanya keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan penguatan spiritual.
Dalam pandangan Pemerintah Kota Jambi, generasi muda perlu dibekali kemampuan literasi digital yang baik, tetapi pada saat yang sama harus memiliki fondasi moral yang kuat agar mampu menggunakan teknologi secara bijak.
Konsep generasi Qurani yang didorong Maulana bukan hanya sebatas kemampuan membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, generasi Qurani adalah generasi yang mampu menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena tantangan generasi muda saat ini tidak lagi terbatas pada lingkungan sekitar, melainkan datang dari berbagai arah melalui ruang digital yang tanpa batas.
Oleh sebab itu, keterlibatan keluarga, sekolah, lembaga keagamaan, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pendidikan karakter yang berkelanjutan.
Dukungan Pemkot Jambi terhadap Syiar Islam
Komitmen membangun generasi Qurani tercermin melalui berbagai kegiatan keagamaan yang secara rutin difasilitasi Pemerintah Kota Jambi.
Mulai dari Festival Muharram, lomba-lomba Islami, pembinaan remaja masjid, hingga berbagai program penguatan pendidikan agama terus menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat syiar Islam, tetapi juga menciptakan ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi mereka.
Festival Muharram yang rutin digelar setiap tahun, misalnya, menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan. Kegiatan seperti lomba Asmaul Husna, kompangan, dakwah, dan berbagai kompetisi religius lainnya dinilai efektif dalam membangun karakter generasi muda.
Menyiapkan Pemimpin Masa Depan Kota Jambi
Lebih jauh, Maulana menekankan bahwa generasi muda yang tumbuh dengan nilai-nilai Qurani akan menjadi modal penting dalam mewujudkan visi pembangunan Kota Jambi di masa depan.
Mereka tidak hanya diharapkan menjadi individu yang sukses secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan memimpin dengan nilai-nilai moral yang kuat.
Dalam konteks itu, peringatan Muharram 1448 Hijriah menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial. Momentum ini menjadi pengingat bahwa pembangunan manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik.
Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, Kota Jambi berupaya memastikan bahwa generasi mudanya tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual. Dan dari semangat hijrah itulah, harapan tentang lahirnya generasi Qurani yang mampu membawa daerah menuju masa depan yang lebih baik terus ditumbuhkan.








