Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Hari Pertama Sekolah di Kota Jambi, Maulana Dorong Peran Keluarga Wujudkan Generasi Emas 2045

badge-check


					Hari Pertama Sekolah di Kota Jambi, Maulana Dorong Peran Keluarga Wujudkan Generasi Emas 2045 Perbesar

Mengantar Anak ke Sekolah Menjadi Simbol Keterlibatan Orang Tua dalam Pendidikan

JAMBI — Hari pertama sekolah sering kali dipahami sebagai awal rutinitas akademik baru. Namun, bagi Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., Senin, 13 Juli 2026, memiliki makna yang lebih luas: momentum untuk mengingatkan bahwa pendidikan anak tidak pernah sepenuhnya menjadi urusan sekolah.

Pada hari pertama Tahun Ajaran 2026/2027 itu, Maulana turut mengantarkan anaknya ke SD S Islam Al-Falah 2. Kehadirannya sekaligus menjadi pesan kepada para orang tua di Kota Jambi bahwa keterlibatan ayah dan ibu sejak awal perjalanan pendidikan dapat menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berkualitas.

Langkah tersebut juga dikaitkan dengan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Di tingkat pelaksanaannya, semangat tersebut sejalan dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) yang mendorong kehadiran ayah dalam fase penting pendidikan anak.

Pendidikan Tidak Berhenti di Ruang Kelas

Dalam pandangan Maulana, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas sekolah dan guru. Fondasi pendidikan justru dibangun dari lingkungan pertama yang dikenal anak: keluarga.

“Kesuksesan pendidikan dimulai dari keluarga,” kata Maulana. Ia menilai lingkungan sekolah yang baik akan membantu mengembangkan potensi anak, tetapi dukungan keluarga dan lingkungan masyarakat tetap memiliki posisi yang sama pentingnya.

Pandangan tersebut menempatkan keluarga bukan sekadar sebagai pendamping administratif anak, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Cara orang tua berkomunikasi, memberikan ruang bagi anak untuk berkembang, hingga menciptakan suasana rumah yang nyaman dapat memengaruhi proses tumbuh kembang mereka.

Karena itu, momen mengantar anak ke sekolah pada hari pertama tidak harus dilihat sebagai tindakan simbolis semata. Kehadiran orang tua dapat menjadi bentuk dukungan emosional yang membantu anak menghadapi lingkungan baru dengan lebih percaya diri.

Maulana Tekankan Peran Ayah dan Ibu

Di SD S Islam Al-Falah 2, Maulana turut mengambil bagian dalam penyambutan siswa baru dengan mengalungkan tanda pengenal secara simbolis. Para siswa pun resmi memulai perjalanan mereka di lingkungan sekolah pada tahun ajaran baru tersebut.

Maulana juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, terutama para ayah yang mengantarkan anak pada hari pertama sekolah. Ia mengajak keluarga melihat proses mendampingi anak belajar sebagai bagian dari perjalanan yang memiliki nilai penting.

Menurut Maulana, orang tua yang secara konsisten mengantarkan dan mendampingi anak dalam menuntut ilmu pada hakikatnya sedang membantu menyiapkan masa depan anak-anak tersebut.

“Perjalanan bapak ibu yang mengantarkan anaknya setiap hari ke sekolah merupakan perjalanan jihad agar anak-anak kita cerdas, pintar,” ujar Maulana.

Pesan itu semakin relevan di sekolah yang menggabungkan pendidikan umum dan pendidikan Islam. Maulana berharap perpaduan tersebut dapat membentuk anak-anak yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan nilai keagamaan.

Setiap Anak Memiliki Potensi yang Berbeda

Salah satu pesan penting yang disampaikan Maulana adalah perlunya keluarga menghindari pendekatan pendidikan yang seragam terhadap semua anak.

Menurutnya, setiap anak memiliki keunikan dan kelebihan masing-masing. Karena itu, rumah harus menjadi tempat yang memberikan ruang bagi anak untuk mengenali dan mengembangkan potensinya.

“Ayah, ibu, kakak dan adik di rumah harus menciptakan suasana yang menyenangkan, memberi ruang untuk tumbuhnya semua potensi anak. Setiap anak itu unik, memiliki kelebihan yang spesifik,” tuturnya.

Dalam kerangka tersebut, keberhasilan anak tidak semestinya hanya diukur dari nilai akademik. Prestasi olahraga, seni, kreativitas, kepemimpinan, kemampuan sosial, maupun bidang lain juga merupakan bagian dari potensi yang perlu mendapatkan ruang.

Maulana menekankan bahwa keberhasilan pendidikan merupakan hasil integrasi antara keluarga, sekolah, guru, serta lingkungan sosial anak.

Lingkungan Masyarakat Ikut Menentukan

Peran lingkungan masyarakat menjadi bagian lain yang mendapat perhatian Maulana. Ia menghubungkan pembangunan lingkungan dengan kebutuhan tumbuh kembang anak melalui Program Kampung Bahagia.

Menurutnya, program tersebut memungkinkan penganggaran fasilitas yang dapat digunakan anak-anak, termasuk area bermain dan sarana olahraga. Dengan demikian, pembangunan lingkungan tidak hanya diarahkan pada kebutuhan infrastruktur dasar, tetapi juga pada penciptaan ruang sosial yang mendukung perkembangan generasi muda.

Pendekatan itu memperlihatkan bahwa pendidikan dalam perspektif pembangunan kota memiliki dimensi yang lebih luas. Anak belajar bukan hanya ketika berada di kelas, melainkan juga ketika bermain, berinteraksi dengan tetangga, mengikuti kegiatan olahraga, dan hidup dalam lingkungan sosialnya.

Dengan menyediakan ruang yang aman dan produktif, masyarakat dapat ikut menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan anak di luar sekolah.

Dari Keluarga Menuju Generasi Emas 2045

Indonesia tengah menempatkan Generasi Emas 2045 sebagai salah satu agenda besar pembangunan sumber daya manusia. Kota Jambi melihat keluarga sebagai salah satu fondasi untuk mencapai tujuan tersebut.

Maulana menyebut Kota Jambi telah memiliki anak-anak yang menorehkan prestasi pada tingkat kota, nasional, hingga internasional. Prestasi tersebut, menurutnya, perlu terus didorong melalui keterlibatan berbagai pihak.

“Alhamdulillah di Kota Jambi memiliki anak-anak yang hebat, yang mengukir prestasi di tingkat Internasional, Nasional dan Kota, ini semua harus kita dorong,” kata Maulana.

Pesannya kemudian mengerucut pada satu gagasan: semua pihak harus mengambil peran terbaik bagi anak-anak.

Bagi pemerintah, peran itu dapat diwujudkan melalui kebijakan dan lingkungan pendidikan yang mendukung. Bagi sekolah dan guru, melalui pembelajaran yang berkualitas. Sementara bagi keluarga, melalui kehadiran, pendampingan, dan suasana rumah yang memungkinkan anak tumbuh tanpa kehilangan rasa aman.

Keteladanan Dimulai dari Hal Sederhana

Kehadiran Maulana pada hari pertama sekolah menunjukkan bagaimana pesan kebijakan dapat diterjemahkan melalui tindakan sederhana. Sebagai wali kota sekaligus ayah, ia memilih hadir langsung mengantar anaknya ke sekolah.

Di tengah berbagai pembicaraan tentang kualitas pendidikan, langkah tersebut mengingatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak selalu dimulai dari kebijakan besar. Ia dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah: mendampingi anak, mendengarkan mereka, memberi kesempatan berkembang, dan hadir ketika mereka membutuhkan dukungan.

Bagi Kota Jambi, perjalanan menuju Generasi Emas 2045 dengan demikian bukan hanya agenda pemerintah. Ia merupakan proyek bersama yang membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

Hari pertama sekolah akhirnya bukan sekadar tentang anak memasuki gerbang sekolah untuk pertama kalinya. Ia juga menjadi pengingat bahwa di balik setiap anak yang belajar, terdapat keluarga dan lingkungan yang memiliki tanggung jawab untuk membantu mereka menemukan potensi terbaiknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

NGOFILM Hadirkan Ruang Santai dan Inspirasi, 23 Peserta Ngopi Sambil Nonton Film di Co-Working Space Rumah BUMN Jambi

28 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Lindungi Merek, Perkuat Usaha: Rumah BUMN Jambi Edukasi UMK tentang Pentingnya HKI

28 Agustus 2026 - 02:12 WIB

Festival Batanghari 2026 Jadi Panggung Produk Lokal, 20 UMK Ramaikan Kampung Ekraf

28 Agustus 2026 - 02:01 WIB

Kanwil Kementerian Hukum RI Jambi dan Rumah BUMN Jambi Perkuat Sinergi Perlindungan Kekayaan Intelektual UMKM

24 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Rumah BUMN Jambi dan GoFood Latih Pedagang Pasar Tradisional Go Digital

20 Agustus 2026 - 01:37 WIB

#JambiBergerak BERITA