Komitmen membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan kembali ditegaskan Pemerintah Kota Jambi melalui pembukaan Festival dan Open Tournament Sirkuit III Indonesia Karate-Do (INKADO) Provinsi Jambi Tahun 2026. Ajang yang mempertemukan ratusan karateka dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi itu tidak hanya diposisikan sebagai kompetisi semata, tetapi juga sebagai wahana pembinaan atlet muda, pembentukan karakter, serta proses seleksi menuju level kompetisi yang lebih tinggi. Pembukaan kejuaraan dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., di Gedung Judo Kota Baru, Sabtu (27/6/2026).
Mengapa Kejuaraan Ini Penting?
Di tengah meningkatnya kebutuhan akan pembinaan olahraga usia dini, kejuaraan seperti Open Tournament Sirkuit III INKADO Provinsi Jambi memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar perebutan medali. Turnamen menjadi bagian dari proses regenerasi atlet, memperkuat kultur kompetisi yang sehat, sekaligus membuka peluang bagi karateka daerah untuk menembus level nasional.

Bagi Pemerintah Kota Jambi, investasi pada olahraga juga dipandang sebagai investasi pada kualitas sumber daya manusia. Melalui kompetisi yang rutin digelar, atlet memperoleh pengalaman bertanding, meningkatkan mental juara, sekaligus memperkuat nilai-nilai sportivitas yang menjadi fondasi olahraga prestasi.
Sebanyak 350 Karateka Bertanding di 44 Nomor Laga
Open Tournament Sirkuit III INKADO Provinsi Jambi berlangsung selama dua hari, 27–28 Juni 2026, dengan diikuti sekitar 350 peserta yang berasal dari dojo dan ranting INKADO di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.
Para peserta bertanding dalam 44 kelas pertandingan, meliputi nomor kata dan kumite, baik kategori festival maupun open tournament. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari kelas pemula, usia dini, hingga kategori dewasa putra dan putri.
Ragam kategori tersebut menunjukkan bahwa pembinaan karate di Jambi tidak hanya berorientasi pada atlet senior, tetapi juga membangun jalur pembinaan sejak usia muda agar regenerasi atlet berlangsung secara berkesinambungan.
Maulana: Semakin Banyak Kejuaraan, Semakin Besar Peluang Meraih Prestasi
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah menyelenggarakan kejuaraan tersebut. Menurutnya, semakin sering atlet memperoleh kesempatan bertanding, semakin besar pula motivasi mereka untuk meningkatkan kualitas latihan.
“Insya Allah dengan banyaknya kejuaraan, semakin tinggi semangat atlet kita untuk berlatih, dan semakin besar peluang untuk menggapai prestasi, sehingga dapat mengharumkan nama daerah masing-masing,” ujar Maulana.
Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan bahwa prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Dibutuhkan frekuensi kompetisi yang memadai agar atlet mampu mengasah teknik, mental bertanding, serta kemampuan beradaptasi menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.
Karate Tidak Sekadar Menghasilkan Juara, Tetapi Membentuk Karakter
Lebih jauh, Maulana menilai olahraga bela diri memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai-nilai disiplin, rasa hormat, tanggung jawab, hingga kepercayaan diri menjadi bagian penting yang ditanamkan melalui latihan karate.
Ia menegaskan bahwa kegiatan positif seperti kejuaraan olahraga mampu menjadi ruang bagi anak-anak dan remaja untuk menyalurkan minat serta bakat ke arah yang konstruktif.
“Ini penting untuk mendidik karakter anak-anak, khususnya di Provinsi Jambi, karena dalam olahraga bela diri ini banyak karakter baik yang bisa diambil, mulai dari disiplin, percaya diri hingga saling menghargai,” kata Maulana.
Menurutnya, pembinaan olahraga yang konsisten akan melahirkan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki integritas dan daya saing.
Ajang Seleksi Menuju Kompetisi Nasional
Selain menjadi wadah kompetisi, Open Tournament Sirkuit III INKADO juga diarahkan sebagai sarana pemantauan prestasi atlet. Penyelenggara berharap kejuaraan ini dapat menjadi bagian dari proses penjaringan karateka terbaik yang nantinya diproyeksikan mengikuti kejuaraan tingkat nasional.
Melalui pengalaman bertanding di tingkat provinsi, para atlet memperoleh kesempatan mengukur kemampuan sekaligus mengevaluasi hasil latihan yang telah dijalani selama ini. Bagi pelatih, turnamen menjadi instrumen penting dalam menyusun program pembinaan berikutnya berdasarkan performa atlet di arena pertandingan.
Sportivitas Tetap Menjadi Nilai Utama
Sementara itu, Ketua Umum INKADO Provinsi Jambi, AKP Yul Brinner, mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.
Ia mengajak seluruh karateka untuk menghormati lawan, mematuhi keputusan wasit, serta menjaga nama baik daerah masing-masing. Pesan serupa juga ditujukan kepada para juri agar memimpin pertandingan secara profesional, objektif, dan menjunjung tinggi keadilan.
Semangat sportivitas, menurutnya, merupakan fondasi utama dalam membangun prestasi olahraga yang berkelanjutan.
Komitmen Membangun Ekosistem Olahraga Berprestasi
Penyelenggaraan Open Tournament Sirkuit III INKADO memperlihatkan semakin kuatnya perhatian Pemerintah Kota Jambi terhadap pengembangan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Melalui penyediaan ruang kompetisi yang rutin dan berkualitas, pemerintah berharap lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Jambi di tingkat nasional bahkan internasional. Di saat yang sama, olahraga juga dipandang sebagai media efektif dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berintegritas.
Dengan partisipasi ratusan karateka dari berbagai daerah di Provinsi Jambi, kejuaraan ini menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya olahraga yang sehat sekaligus memperkuat regenerasi atlet menuju masa depan prestasi yang lebih kompetitif.








