Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Ketika Data Menjadi Fondasi Kebijakan: Kota Jambi Bangun Ekosistem Pendataan dari Tingkat RT

badge-check


					Ketika Data Menjadi Fondasi Kebijakan: Kota Jambi Bangun Ekosistem Pendataan dari Tingkat RT Perbesar

SIGELANG Menghubungkan Data Pendidikan, Potensi Wilayah, dan Ekonomi Keluarga

JAMBI — Di tengah perubahan tata kelola pemerintahan yang semakin bergantung pada data, Pemerintah Kota Jambi mulai memperkuat fondasi informasi dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Langkah itu dilakukan melalui Sistem Informasi Galeri Pelangi (SIGELANG), sebuah aplikasi yang dirancang untuk membuat pendataan lebih terstruktur, digital, dan berkesinambungan dari tingkat RT hingga pemerintah kota.

Ketua TP PKK Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG, membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) SIGELANG di Aula PKK Kota Jambi, Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti 100 peserta yang terdiri atas unsur TP PKK kecamatan dan kelurahan, Pokja II, Forum RT, serta TP PKK Kota Jambi.

Bagi Pemerintah Kota Jambi, SIGELANG bukan sekadar aplikasi untuk menyimpan data. Sistem tersebut diarahkan menjadi instrumen untuk membaca kondisi masyarakat secara lebih komprehensif sekaligus menjadi dasar dalam menentukan program yang lebih tepat sasaran.

Mengubah Data Menjadi Dasar Pengambilan Kebijakan

Nadiyah menekankan bahwa data memiliki posisi strategis dalam tata kelola pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat. Di era digital, data yang dikumpulkan secara sistematis dapat diolah menjadi informasi yang berguna untuk menentukan arah kebijakan.

Menurutnya, sebuah inovasi tidak seharusnya berhenti pada penciptaan aplikasi atau pencapaian target administratif. Inovasi harus menghasilkan manfaat nyata dan memiliki tindak lanjut.

“Sistem informasi sangat penting di era digital saat ini. Mengingat pentingnya sebuah data yang diolah menjadi informasi dan memiliki manfaat sebagai pondasi untuk mengambil kebijakan ke depannya,” ujar Nadiyah.

Pandangan tersebut menempatkan SIGELANG sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas perencanaan. Semakin lengkap data yang tersedia di tingkat bawah, semakin besar peluang pemerintah mengidentifikasi persoalan dan potensi wilayah secara lebih akurat.

SIGELANG Menjangkau Pendidikan hingga Ekonomi Keluarga

SIGELANG dikembangkan oleh Pokja II TP PKK Kota Jambi dengan cakupan pendataan yang berkaitan dengan pendidikan, keterampilan, serta pengembangan kehidupan berkoperasi. Sistem ini juga diarahkan untuk mendukung program peningkatan pendidikan dan ekonomi keluarga.

Salah satu pemanfaatannya adalah pendataan anak usia dini, khususnya anak berusia 5–6 tahun yang akan memasuki jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Nadiyah mengatakan data tersebut mulai memberikan gambaran mengenai wilayah mana yang membutuhkan perhatian lebih serius agar semakin banyak anak dapat memperoleh akses pendidikan PAUD.

“Saya sudah mulai bisa mendapatkan gambaran mana-mana daerah yang harus kita garap lebih serius, supaya anak-anak ini lebih banyak lagi yang bisa kita masukkan ke pendidikan PAUD,” ujarnya.

Dengan demikian, pendataan tidak berhenti sebagai angka. Informasi yang terkumpul diharapkan dapat diterjemahkan menjadi intervensi program yang lebih terarah.

Dari Kampung Bahagia Menuju Kampung Wisata

Dimensi lain yang ingin diperkuat melalui SIGELANG adalah pemetaan potensi ekonomi dan produk unggulan di setiap wilayah.

Nadiyah mengajak Ketua Forum RT dan seluruh unsur terkait untuk mengenali kekhasan wilayah masing-masing. Produk yang memiliki potensi ekonomi perlu dicatat dan dipetakan agar pemerintah dapat mengetahui aset lokal yang dapat dikembangkan.

Arah tersebut menjadi semakin penting karena Pemerintah Kota Jambi menyiapkan konsep Kampung Wisata setelah pelaksanaan Program Kampung Bahagia.

“Karena setelah program Kampung Bahagia, tahun depan programnya Kampung Wisata dengan harapan di masing-masing kampung punya keunggulan dan kekhasannya masing-masing yang bisa dioptimalkan,” kata Nadiyah.

Dalam konteks ini, SIGELANG dapat berfungsi sebagai semacam katalog digital potensi masyarakat. Produk lokal, keterampilan warga, hingga karakteristik suatu wilayah dapat terdokumentasi sehingga pemerintah memiliki gambaran yang lebih jelas sebelum merancang program pengembangan.

Data dari RT Menjadi Peta Potensi Kota

Salah satu kekuatan SIGELANG terletak pada pendekatan berjenjang. Data dikumpulkan dari tingkat RT, kemudian diverifikasi dan dipetakan di tingkat kelurahan serta kecamatan sebelum menjadi informasi yang dapat dimanfaatkan pada tingkat kota.

Nadiyah menjelaskan bahwa data yang telah masuk ke sistem dapat diperiksa dan dipetakan oleh jenjang pemerintahan di atasnya.

“Jika semuanya sudah terdata di dalam sistem maka tingkat atasnya seperti Kelurahan, Kecamatan akan mengecek dan memetakan sehingga nanti di tingkat kota jika ada program-program strategis bisa diberikan bantuan dan disupport supaya bisa naik kelas,” jelasnya.

Pola tersebut memungkinkan pemerintah bergerak berdasarkan kebutuhan yang terlihat dari data, bukan hanya berdasarkan asumsi atau informasi yang bersifat parsial.

Bagi pelaku usaha keluarga dan produk lokal, mekanisme itu juga membuka kemungkinan untuk mendapatkan dukungan yang lebih sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.

UP2K Menjadi Bagian dari Pendataan Ekonomi Keluarga

SIGELANG juga diarahkan untuk memperkuat pendataan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

Pendataan UP2K penting karena usaha keluarga sering kali menjadi bagian dari ekonomi lokal yang berkembang dari lingkungan rumah tangga. Namun, tanpa dokumentasi yang baik, banyak usaha kecil berpotensi tidak terlihat dalam peta ekonomi daerah.

Dengan adanya sistem digital, pemerintah dapat memiliki informasi yang lebih terstruktur mengenai keberadaan usaha, keterampilan, dan potensi ekonomi masyarakat.

Data tersebut kemudian dapat menjadi pijakan untuk menentukan bentuk pendampingan, pengembangan kapasitas, maupun dukungan program lainnya.

Tata Kelola Pendataan Harus Berkesinambungan

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Lilyarudfa menjelaskan bahwa SIGELANG merupakan aplikasi pendataan yang dikembangkan sesuai dengan peta jalan program Pokja II hasil Rakernas 2025–2030.

Tujuan utamanya adalah mewujudkan tata kelola administrasi pendataan yang bersinergi, efektif, efisien, dan berkesinambungan secara berjenjang, mulai dari RT, kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota.

Prinsip berjenjang tersebut menjadi penting karena kualitas sistem informasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi. Validitas data sangat bergantung pada proses pengumpulan, pembaruan, verifikasi, dan koordinasi antarpelaksana.

Karena itu, Bimtek SIGELANG tidak hanya berfungsi memperkenalkan aplikasi, tetapi juga menyamakan pemahaman para pengguna yang berada di berbagai tingkatan.

100 Peserta Ikuti Bimbingan Teknis

Bimtek SIGELANG diikuti 100 peserta. Mereka terdiri dari 11 peserta PKK kecamatan, 11 Pokja II kecamatan, 20 Ketua TP PKK kelurahan, 20 Pokja II kelurahan, 20 Forum RT, serta 15 peserta TP PKK Kota Jambi.

Narasumber berasal dari TP PKK Kota Jambi dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jambi, termasuk Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Suhendri serta Muhammad Riski dan jajaran pengurus PKK Kota Jambi.

Keterlibatan Diskominfo menunjukkan bahwa digitalisasi pendataan membutuhkan kolaborasi antara unsur pemberdayaan masyarakat dan perangkat daerah yang memiliki kapasitas teknologi informasi.

Tantangan Berikutnya: Memastikan Data Berujung pada Program

Peluncuran sebuah sistem informasi pada akhirnya baru merupakan tahap awal. Nilai sebenarnya dari SIGELANG akan terlihat ketika data yang dikumpulkan mampu menghasilkan keputusan dan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Data anak usia dini, misalnya, harus dapat membantu pemerintah menemukan wilayah dengan kebutuhan akses PAUD yang lebih besar. Data produk lokal harus dapat membuka peluang pengembangan usaha. Sementara data UP2K harus dapat membantu pemerintah memahami kebutuhan pelaku usaha keluarga.

Dengan kata lain, keberhasilan SIGELANG tidak cukup diukur dari berapa banyak data yang masuk ke sistem. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana informasi tersebut digunakan untuk membuat kebijakan yang lebih presisi.

Membangun Kota dari Data yang Dikumpulkan Warga

Penguatan SIGELANG memperlihatkan perubahan cara pemerintah membaca wilayahnya. Pemerintah tidak hanya menunggu persoalan muncul, tetapi berupaya membangun basis informasi sejak tingkat masyarakat.

Bagi Kota Jambi, pendekatan tersebut dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan program berbasis potensi lokal. Setiap RT memiliki karakter, kebutuhan, sumber daya manusia, dan produk unggulan yang berbeda. Ketika seluruh informasi tersebut terpetakan, pemerintah memiliki kesempatan lebih besar untuk merancang intervensi yang sesuai.

Pesan Nadiyah pun mengarah pada satu hal: inovasi harus menghasilkan manfaat.

“Teruslah berinovasi, dengan harapan inovasi itu bisa melahirkan program yang lebih tepat sasaran sehingga bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutupnya.

Pada akhirnya, SIGELANG bukan hanya tentang digitalisasi administrasi. Ia merupakan upaya membangun jembatan antara data yang dikumpulkan di tingkat RT dan keputusan pembangunan di tingkat kota.

Jika dikelola secara konsisten, sistem tersebut berpotensi membantu Kota Jambi melihat kekuatan yang selama ini tersebar di berbagai lingkungan—mulai dari anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan, keluarga yang mengembangkan usaha, hingga produk lokal yang menunggu kesempatan untuk naik kelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

NGOFILM Hadirkan Ruang Santai dan Inspirasi, 23 Peserta Ngopi Sambil Nonton Film di Co-Working Space Rumah BUMN Jambi

28 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Lindungi Merek, Perkuat Usaha: Rumah BUMN Jambi Edukasi UMK tentang Pentingnya HKI

28 Agustus 2026 - 02:12 WIB

Festival Batanghari 2026 Jadi Panggung Produk Lokal, 20 UMK Ramaikan Kampung Ekraf

28 Agustus 2026 - 02:01 WIB

Kanwil Kementerian Hukum RI Jambi dan Rumah BUMN Jambi Perkuat Sinergi Perlindungan Kekayaan Intelektual UMKM

24 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Rumah BUMN Jambi dan GoFood Latih Pedagang Pasar Tradisional Go Digital

20 Agustus 2026 - 01:37 WIB

#JambiBergerak BERITA