Jambi – Di era kolaborasi dan transformasi digital seperti saat ini, kebutuhan akan ruang kerja fleksibel dan tempat berkumpul yang inspiratif menjadi semakin penting. Menjawab tantangan tersebut, Rumah BUMN Jambi menghadirkan coworking space yang terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat sebagai salah satu bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan komunitas, UMKM, serta ekosistem kreatif di daerah.
Coworking space Rumah BUMN Jambi bukan hanya sebatas fasilitas fisik, melainkan telah menjelma menjadi pusat interaksi lintas sektor. Tempat ini rutin dimanfaatkan oleh berbagai komunitas, pelaku UMKM, hingga instansi pemerintahan dan swasta untuk menggelar diskusi, pelatihan, temu komunitas, hingga kegiatan produktif lainnya.

“Coworking space ini sebagai ruang terbuka dan kolaboratif. Tidak ada batasan siapa yang bisa menggunakan. Siapa pun baik komunitas kreatif, wirausaha muda, pelajar, hingga organisasi social dapat memanfaatkannya untuk bertemu, berdiskusi, dan membangun jejaring,” ungkap Yeri Pranata, Manager Rumah BUMN Jambi.
Setiap hari kerja, coworking space ini ramai digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari mentoring bisnis, pameran produk UMKM, hingga pelatihan digitalisasi usaha. Namun, yang menjadikannya istimewa adalah kegiatan rutin yang digelar setiap hari Jumat, yaitu program WAKUNCAR (Waktu Komunitas Membangun Aksi, Cerita, dan Relasi).
Program WAKUNCAR menjadi agenda mingguan yang digagas oleh Rumah BUMN Jambi untuk mewadahi komunitas dari berbagai latar belakang. Dalam forum ini, berbagai kelompok masyarakat berkumpul untuk berbagi cerita, membangun relasi, dan mendiskusikan ide serta potensi kolaborasi.
Kegiatan ini terbukti menjadi jembatan sinergi antara komunitas dan pelaku usaha lokal, serta menjadi katalis dalam lahirnya inisiatif sosial dan ekonomi berbasis kolaborasi. Tidak jarang, melalui WAKUNCAR, muncul gagasan-gagasan segar yang kemudian diimplementasikan dalam bentuk program pelatihan, kampanye edukatif, atau kegiatan sosial yang menyasar masyarakat luas.
Tak hanya WAKUNCAR, setiap hari Jumat juga dimanfaatkan untuk kegiatan foto produk UMKM secara gratis. Layanan ini diberikan sebagai bentuk dukungan langsung kepada pelaku usaha lokal dalam meningkatkan kualitas visual produk mereka.
“Foto produk sering kali jadi tantangan utama bagi pelaku UMKM. Kami hadir untuk membantu mereka tampil lebih profesional, terutama dalam pemasaran digital. Dengan visual yang menarik, tentu akan lebih mudah masuk ke pasar online,” lanjut Yeri Pranata.
Layanan ini juga dilakukan dengan pendekatan edukatif, di mana para pelaku UMKM diberikan tips dan pendampingan mengenai pencahayaan, styling produk, hingga platform promosi yang efektif. Hasil foto dapat langsung digunakan untuk kebutuhan promosi di media sosial, marketplace, maupun katalog produk.
Salah satu keunggulan dari coworking space ini adalah aksesnya yang terbuka. Tidak dipungut biaya, siapa pun bisa menggunakan ruang ini dengan terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada pengelola. Konsep ini sejalan dengan semangat BUMN untuk hadir di tengah masyarakat dan mendukung pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
“Visi kami sederhana, yaitu menjadikan Rumah BUMN sebagai rumah bersama. Kami ingin tumbuh bersama komunitas, menjadi ruang aman untuk berkarya, berjejaring, dan berinovasi. Kami percaya, perubahan besar selalu dimulai dari pertemuan-pertemuan kecil yang penuh semangat,” tutup Yeri Pranata.
Melalui coworking space dan berbagai program kreatif yang dijalankan, Rumah BUMN Jambi terus memperkuat perannya sebagai pusat pemberdayaan, kolaborasi, dan inovasi bagi masyarakat Jambi. Harapannya, ruang ini dapat menjadi pemicu lahirnya pelaku usaha baru, kolaborasi antar komunitas, serta mendorong kemajuan sosial dan ekonomi daerah secara berkelanjutan.








