Nobar Film Panggil Aku Kulup Tegaskan Peran Industri Kreatif dalam Membangun Citra Kota
Di tengah berkembangnya ekonomi kreatif sebagai salah satu motor pertumbuhan daerah, industri perfilman semakin dipandang bukan sekadar ruang hiburan, melainkan medium strategis untuk memperkenalkan identitas budaya, destinasi wisata, hingga potensi ekonomi lokal. Perspektif tersebut disampaikan Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. saat menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) film Panggil Aku Kulup di Bioskop XXI WTC Batanghari, Kota Jambi, Minggu (13/7/2026).
Kehadiran Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pelaku industri kreatif, serta masyarakat menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Jambi terhadap tumbuhnya ekosistem perfilman lokal. Menurutnya, karya film memiliki kemampuan menjangkau audiens yang luas sekaligus menjadi sarana efektif memperkenalkan keunggulan suatu daerah kepada publik nasional.

Perfilman Menjadi Instrumen Baru Promosi Daerah
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak daerah di Indonesia mulai memanfaatkan industri perfilman sebagai bagian dari strategi promosi pariwisata dan ekonomi kreatif. Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat, sebuah film mampu memperkenalkan budaya, tradisi, kuliner, hingga lanskap alam kepada penonton tanpa kesan promosi yang berlebihan.
Kota Jambi melihat peluang tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat citra daerah. Dukungan terhadap film lokal dinilai dapat membuka ruang bagi sineas daerah untuk berkarya sekaligus memperluas eksposur potensi Jambi di tingkat nasional.
Film Panggil Aku Kulup menjadi salah satu contoh bagaimana karya perfilman dapat menghadirkan narasi lokal yang dikemas secara menarik sehingga mampu memperkenalkan kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat Jambi kepada khalayak yang lebih luas.
Maulana: Film Mampu Mengangkat Potensi Daerah
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam produksi film Panggil Aku Kulup. Menurutnya, karya tersebut menunjukkan bahwa insan kreatif Jambi memiliki kemampuan menghasilkan film berkualitas sekaligus membawa pesan tentang kekayaan daerah.
“Perfilman memiliki potensi yang sangat besar untuk mengangkat berbagai keunggulan daerah, baik budaya, pariwisata, maupun potensi ekonomi kreatif. Pemerintah Kota Jambi akan terus memberikan dukungan terhadap tumbuhnya industri kreatif, termasuk perfilman,” ujar Maulana.
Menurutnya, keberhasilan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuannya membangun identitas yang kuat melalui karya-karya kreatif.
Ia berharap semakin banyak sineas muda Jambi yang memanfaatkan cerita lokal sebagai inspirasi untuk menghasilkan karya yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Panggil Aku Kulup Angkat Cerita dan Nuansa Lokal
Film Panggil Aku Kulup menghadirkan kisah yang dekat dengan kehidupan masyarakat serta dibalut dengan nilai budaya lokal. Selain menyuguhkan hiburan, film tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan karakter masyarakat, tradisi, serta berbagai sudut Kota Jambi yang dapat menarik perhatian penonton.
Bagi para pelaku industri kreatif, film lokal memiliki nilai strategis karena mampu menciptakan efek berantai terhadap sektor lain, seperti pariwisata, kuliner, fesyen, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lokasi syuting, budaya yang ditampilkan, maupun produk lokal yang muncul dalam film berpotensi meningkatkan rasa ingin tahu masyarakat untuk mengenal daerah tersebut lebih jauh.
Dukungan Pemerintah terhadap Ekosistem Industri Kreatif
Pemerintah Kota Jambi memandang ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor yang memiliki prospek besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain menciptakan lapangan kerja baru, sektor ini juga mampu meningkatkan daya saing daerah melalui inovasi dan kreativitas masyarakat.
Dukungan terhadap perfilman menjadi bagian dari strategi yang lebih luas dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif. Pemerintah berkomitmen membuka ruang kolaborasi antara komunitas film, pelaku seni, akademisi, dan dunia usaha agar semakin banyak karya lahir dari Kota Jambi.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya industri kreatif berbasis talenta lokal, sekaligus memperkuat posisi Kota Jambi sebagai kota yang ramah terhadap kreativitas dan inovasi.
Film Sebagai Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Lokal
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa film dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui peningkatan kunjungan wisata ke lokasi syuting, promosi produk lokal, hingga tumbuhnya industri pendukung seperti perhotelan, transportasi, dan kuliner.
Karena itu, Maulana menilai dukungan terhadap perfilman tidak boleh dipandang sebagai investasi di sektor hiburan semata. Lebih jauh, industri ini memiliki kemampuan menciptakan nilai tambah bagi berbagai sektor ekonomi sekaligus memperkuat branding daerah.
Melalui karya-karya yang mengangkat cerita dan budaya lokal, Kota Jambi memiliki peluang untuk memperkenalkan identitasnya kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia internasional.
Membangun Masa Depan Industri Kreatif Kota Jambi
Kegiatan nonton bareng Panggil Aku Kulup menjadi simbol semakin kuatnya perhatian Pemerintah Kota Jambi terhadap pengembangan industri kreatif sebagai bagian dari pembangunan daerah. Kolaborasi antara pemerintah, sineas, komunitas seni, dan masyarakat menunjukkan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan narasi dan kreativitas warganya.
Dengan terus mendorong lahirnya karya-karya berkualitas yang berakar pada budaya lokal, Kota Jambi berpeluang memperluas pengaruhnya di panggung nasional melalui jalur perfilman. Di saat yang sama, masyarakat memperoleh manfaat berupa meningkatnya aktivitas ekonomi kreatif, terbukanya peluang kerja baru, serta semakin kuatnya kebanggaan terhadap identitas daerah.
Bagi Kota Jambi, film bukan lagi sekadar tontonan, melainkan instrumen strategis untuk membangun citra, memperkenalkan potensi, dan menggerakkan ekonomi kreatif menuju masa depan yang lebih kompetitif.








