Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

OPINI

Membangun Peradaban Dimulai dari Sumber Daya Manusia

badge-check


					Membangun Peradaban Dimulai dari Sumber Daya Manusia Perbesar

Tidak ada kemajuan tanpa pembangunan sumber daya manusia (SDM). Sejarah menunjukkan bahwa bangsa, organisasi, maupun komunitas yang maju selalu bertumpu pada kualitas manusianya. Karena itu, membicarakan masa depan berarti membicarakan bagaimana menyiapkan manusia yang unggul.

Kunci utama pembangunan SDM adalah pendidikan. Pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, etos kerja, kepemimpinan, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman. Di samping pendidikan formal, pendidikan vokasi dan keterampilan harus mendapat perhatian yang sama besar. Dunia membutuhkan generasi yang tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Dari pendidikan yang berkualitas lahirlah riset dan inovasi. Riset menghasilkan berbagai produk dan solusi atas persoalan masyarakat. Produk-produk tersebut kemudian menggerakkan aktivitas ekonomi. Ketika ekonomi tumbuh, produktivitas meningkat, kesempatan kerja terbuka, dan kesejahteraan masyarakat pun ikut terangkat.

Namun, kesejahteraan saja belum cukup. Semua potensi itu harus dikelola dengan tata kelola yang baik, kepemimpinan yang amanah, serta semangat kebersamaan. Dengan demikian akan lahir harmoni sosial, budaya gotong royong, solidaritas, dan ikatan perjuangan yang kokoh. Masyarakat yang kuat bukan hanya karena ekonominya, tetapi juga karena persatuannya.

Di atas semua itu, ada satu fondasi yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu agama. Agama menjadi kompas moral yang mengarahkan ilmu agar bermanfaat, mengawal ekonomi agar berkeadilan, dan membimbing kekuasaan agar berpihak kepada kemaslahatan. Pendidikan tanpa nilai agama berpotensi melahirkan kecerdasan yang kehilangan arah, sementara ekonomi tanpa tuntunan agama dapat melahirkan ketimpangan dan hilangnya kepedulian sosial.

Karena itu, membangun masa depan harus dimulai dari dua pilar utama: membenahi pendidikan dan menguatkan ekonomi, dengan agama sebagai landasan nilai dan pedoman kehidupan. Dari sinilah lahir SDM yang unggul, masyarakat yang sejahtera, dan peradaban yang maju, berkeadilan, serta bermartabat.

Penulis : H. Habibi, S.Sos – Ketua PW GP Ansor Jambi / Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kota Jambi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Jambi Barat Membutuhkan Program Studi Pendidikan Sejarah

28 Juli 2026 - 11:04 WIB

Melewati Ambang Batas: Ketika Ledakan Menjadi Keniscayaan

10 Juli 2026 - 11:49 WIB

Sarjana Muda Kependidikan dan Ketakutan Menjadi Guru: Sebuah Paradoks di Negeri Terdidik

8 Mei 2026 - 07:58 WIB

Urbanisasi dan Moderasi Beragama: Belajar dari Sungai Nibung

14 Maret 2026 - 18:16 WIB

Keamanan Siber Bank 9 Jambi Dipertanyakan: Pembobolan Rekening Nasabah Menjadi Sinyal Merah

27 Februari 2026 - 07:33 WIB

#JambiBergerak OPINI