Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Menjaga Warisan di Tengah Modernisasi: Wawako Diza Dorong Sinergi Lembaga Adat dan Generasi Muda untuk Masa Depan Kota Jambi

badge-check


					Menjaga Warisan di Tengah Modernisasi: Wawako Diza Dorong Sinergi Lembaga Adat dan Generasi Muda untuk Masa Depan Kota Jambi Perbesar

Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, Pemerintah Kota Jambi menegaskan bahwa pelestarian adat dan budaya Melayu harus berjalan beriringan dengan pembangunan daerah. Nilai-nilai kearifan lokal dinilai bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi fondasi moral yang mampu memperkuat identitas masyarakat sekaligus menjadi penuntun pembangunan yang berkarakter. Atas dasar itu, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha mengajak Lembaga Adat Melayu (LAM), Himpunan Perempuan Melayu Jambi (HPMJ), serta Bujang Gadis Alam Barajo untuk memperkuat sinergi bersama pemerintah dalam menjaga budaya sekaligus mendukung berbagai program pembangunan Kota Jambi.

Ajakan tersebut disampaikan saat pengukuhan Pengurus Lembaga Adat Melayu Jambi Kecamatan Alam Barajo masa bakti 2026–2031 yang dirangkai dengan pengukuhan HPMJ dan Bujang Gadis Alam Barajo di Rumah Kito Hotel, Kamis (25/6/2026). Prosesi pengukuhan ditandai dengan pemasangan lacak, penyematan pin, dan penyisipan keris kepada para pemangku adat sebagai simbol amanah untuk menjaga nilai-nilai adat di tengah kehidupan masyarakat modern.

Pengukuhan Menjadi Momentum Memperkuat Pilar Adat

Dalam sambutannya, Diza menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru yang dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat eksistensi lembaga adat di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Menurutnya, keberadaan Lembaga Adat Melayu, HPMJ, dan organisasi Bujang Gadis memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya sekaligus membangun karakter masyarakat.

“Ini adalah momentum penting untuk memperkuat pilar adat istiadat di tengah modernisasi di Kota Jambi,” ujar Diza.

Ia menegaskan bahwa pengurus yang baru dikukuhkan mengemban amanah besar untuk memastikan nilai-nilai budaya Melayu tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Lembaga Adat Bukan Sekadar Seremonial

Wakil Wali Kota Diza menekankan bahwa lembaga adat tidak boleh dipandang hanya sebagai pelengkap acara seremonial.

Sebaliknya, lembaga adat harus mampu menjadi ruang pembinaan moral, menjaga harmoni sosial, serta menjadi mitra pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan kemasyarakatan.

“Keberadaan lembaga adat bukan hanya sekadar pelengkap seremonial, melainkan benteng moral dan pemandu sosial bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap para pemangku adat dapat terus menghidupkan tradisi musyawarah, gotong royong, dan nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Melayu Jambi.

Perempuan dan Generasi Muda Memiliki Peran Strategis

Selain pengurus LAM, Diza juga memberikan perhatian khusus kepada Himpunan Perempuan Melayu Jambi dan Bujang Gadis Alam Barajo.

Menurutnya, perempuan memiliki posisi penting dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus menjadi penjaga nilai-nilai budaya di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Bujang Gadis Alam Barajo diharapkan mampu menjadi representasi generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas budaya daerah.

“Kepada pengurus Ikatan Bujang Gadis khususnya, jadilah generasi muda yang melek teknologi, modern secara pemikiran, namun tetap memiliki akar budaya dan etika Melayu yang kuat,” pesan Diza.

Pesan tersebut menggambarkan bahwa pelestarian budaya tidak dipandang sebagai sesuatu yang bertentangan dengan modernisasi, melainkan sebagai fondasi untuk menghadapi perubahan secara lebih bijaksana.

Program Pemerintah Dapat Diperkaya Nilai Budaya

Dalam kesempatan itu, Diza menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi telah memiliki berbagai program pembangunan yang dapat dipadukan dengan penguatan adat dan budaya.

Ia mencontohkan program Bahagia Berbudaya serta Balai Latihan Kerja Tematik (Balikat) yang dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya Melayu kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Selain itu, aspek kebersihan, pariwisata, dan semangat gotong royong juga dinilai dapat diperkuat melalui pendekatan budaya.

“Berbagai program Pemkot Jambi bisa disisipkan dengan adat dan budaya. Di antaranya adalah aspek kebersihan dan pariwisata yang saat ini tengah digenjot Pemerintah Kota Jambi melalui semangat gotong royong masyarakat,” jelasnya.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa budaya tidak hanya diposisikan sebagai warisan, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi.

Sinergi untuk Membangun Kota yang Berbudaya

Di akhir sambutannya, Diza mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Kota Jambi yang maju tanpa kehilangan identitas budayanya.

“Mari bersama-sama bersinergi, pemerintah, lembaga adat, organisasi perempuan, dan kepemudaan untuk membangun Kota Jambi yang maju, aman, nyaman, dan berbudaya,” ajaknya.

Senada dengan itu, Sekretaris Lembaga Adat Melayu Kota Jambi, Datuk Afrizal, mengungkapkan bahwa sekitar 75 persen lembaga adat telah terbentuk hingga tingkat RT melalui Lembaga Induk Masyarakat (LIM). Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti komitmen LAM dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai adat di tengah masyarakat serta mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kota Jambi.

Adat sebagai Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

Pengukuhan Lembaga Adat Melayu, HPMJ, dan Bujang Gadis Alam Barajo menegaskan bahwa pembangunan Kota Jambi tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan karakter masyarakat melalui pelestarian budaya.

Dengan melibatkan tokoh adat, perempuan, dan generasi muda dalam berbagai program pembangunan, Pemerintah Kota Jambi berupaya memastikan nilai-nilai Melayu tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di tengah perkembangan zaman. Sinergi yang dibangun diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang modern, berdaya saing, sekaligus tetap berakar pada identitas budaya yang menjadi kebanggaan Tanah Pilih Pusako Batuah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Inklusif Berkarya, Rumah BUMN Jambi dan GERKATIN Latih 17 Teman Tuli Membuat Sabun Handmade

28 Juli 2026 - 08:04 WIB

GAPEMBI Provinsi Jambi Siap Sinergi Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

26 Juli 2026 - 21:30 WIB

Bangun Kepercayaan Pelanggan, 17 UMKM Jambi Belajar Susun Company Profile Profesional

23 Juli 2026 - 09:18 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Kemenag Kota Jambi Gandeng BSI Gelar Capacity Building Petugas PTSP Menuju Service Excellence

17 Juli 2026 - 16:51 WIB

Pelaku Usaha Desa Mendalo Laut Belajar Legalitas dan AI Bersama Rumah BUMN Jambi

17 Juli 2026 - 03:00 WIB

#JambiBergerak BERITA