Ruang Publik Berubah Menjadi Pusat Kebersamaan dalam Euforia Piala Dunia
Demam Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya terasa di stadion-stadion megah Amerika Utara, tetapi juga menjangkau ruang publik di Kota Jambi. Ratusan warga memadati kawasan Tugu Keris Siginjai pada Jumat malam (10/7/2026) hingga Sabtu dini hari (11/7/2026) untuk mengikuti kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026 yang digelar Pemerintah Kota Jambi bekerja sama dengan TVRI Jambi. Antusiasme masyarakat yang memenuhi area nobar memperlihatkan bahwa sepak bola masih menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai kalangan dalam suasana penuh semangat, kebersamaan, dan sportivitas.
Lebih dari sekadar menyaksikan pertandingan perempat final antara Spanyol melawan Belgia yang berakhir dengan kemenangan Spanyol 2-1, kegiatan tersebut dikemas sebagai ruang interaksi sosial yang menghadirkan hiburan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM, pertunjukan musik lokal, berbagai permainan berhadiah, hingga pembagian doorprize.

Nobar Menjadi Bagian dari Aktivasi Ruang Publik
Di berbagai kota di Indonesia, penyelenggaraan nonton bareng Piala Dunia mulai berkembang sebagai sarana menghidupkan ruang publik. Kota Jambi memanfaatkan momentum tersebut tidak hanya untuk menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat fungsi kawasan publik sebagai tempat berkumpul yang aman, nyaman, dan produktif.
Kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi dan TVRI Jambi menunjukkan bagaimana agenda olahraga internasional dapat diintegrasikan dengan program pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal. Kehadiran bazar UMKM dan pelaku ekonomi kreatif menjadi bukti bahwa sebuah kegiatan hiburan mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
Ribuan Mata Tertuju pada Laga Perempat Final Piala Dunia
Suasana semakin semarak ketika pertandingan mempertemukan Tim Nasional Spanyol melawan Tim Nasional Belgia. Sorak-sorai penonton bergema setiap kali peluang tercipta hingga akhirnya Spanyol memastikan kemenangan dengan skor 2-1.
Atmosfer yang tercipta melalui layar lebar membuat masyarakat merasakan pengalaman yang menyerupai suasana stadion. Kehadiran komunitas pecinta sepak bola, keluarga, hingga generasi muda memperlihatkan bahwa olahraga menjadi media efektif untuk mempererat hubungan sosial di tengah kehidupan perkotaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Jambi Drs. H. A. Ridwan, M.Si., jajaran Pemerintah Kota Jambi, unsur Forkopimda, Kepala Stasiun TVRI Jambi Herly Marjoni, serta sejumlah sponsor yang mendukung terselenggaranya kegiatan, seperti BRI, BSI Syariah, Jasa Raharja, Telkomsel, dan Kalbe.
Pemkot Jambi: Nobar Bukan Sekadar Hiburan
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kota Jambi A. Ridwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut, termasuk TVRI, sponsor, serta aparat TNI dan Polri yang menjaga keamanan selama acara berlangsung.
“Pemerintah Kota Jambi menyambut baik kegiatan nonton bareng Piala Dunia FIFA 2026 ini. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga Kota Jambi,” ujar A. Ridwan.
Menurutnya, penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan ruang publik yang sehat, aman, dan produktif. Pemilihan kawasan Tugu Keris Siginjai sebagai lokasi kegiatan dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama karena dinilai strategis dan mampu menampung antusiasme masyarakat.
Menghidupkan UMKM Melalui Euforia Sepak Bola
Salah satu aspek yang menonjol dalam penyelenggaraan nobar adalah keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Deretan stan makanan, minuman, dan produk lokal ramai dikunjungi masyarakat yang datang sejak awal pertandingan hingga dini hari.
A. Ridwan menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan mempererat hubungan antarmasyarakat, tetapi juga menghidupkan perekonomian lokal.
“Pada dasarnya Pemerintah Kota Jambi mendukung penuh kegiatan ini dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar OPD serta masyarakat Kota Jambi. Menghidupkan ekonomi UMKM khususnya di kawasan ini. Walaupun pertandingan dilaksanakan pada dini hari, antusias masyarakat tetap tinggi,” jelasnya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana agenda olahraga internasional dapat menjadi katalisator bagi aktivitas ekonomi lokal ketika dikemas dalam konsep yang melibatkan berbagai sektor masyarakat.
TVRI: Nobar Tersebar di 86 Titik se-Provinsi Jambi
Kepala Stasiun TVRI Jambi, Herly Marjoni, menjelaskan bahwa kegiatan nonton bareng Piala Dunia merupakan bagian dari program nasional TVRI yang dilaksanakan di berbagai daerah.
Menurutnya, terdapat 86 titik nobar di Provinsi Jambi, baik di lokasi komersial seperti hotel dan kafe maupun di ruang publik yang dapat diakses masyarakat secara gratis.
“Harapannya, dengan terselenggaranya nobar ini dapat memacu semangat para pemuda untuk berprestasi di bidang olahraga khususnya sepak bola. Yang paling penting, geliat ekonomi juga dapat tumbuh melalui siaran sepak bola dan kegiatan nobar seperti ini,” kata Herly.
Ia juga menyampaikan bahwa TVRI Jambi berkomitmen memperluas penayangan berbagai kompetisi sepak bola lokal, termasuk Gubernur Cup, Liga 4, dan Liga Pelajar, sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan sepak bola di Provinsi Jambi.
Membangun Kota Melalui Olahraga dan Kebersamaan
Kesuksesan penyelenggaraan Nobar Piala Dunia 2026 di Tugu Keris Siginjai memperlihatkan bahwa ruang publik dapat berfungsi lebih dari sekadar tempat berkumpul. Ketika dikelola secara kolaboratif antara pemerintah, media publik, pelaku usaha, dan masyarakat, ruang tersebut mampu menjadi pusat interaksi sosial sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Bagi Pemerintah Kota Jambi, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan kota yang hidup, inklusif, dan ramah bagi masyarakat. Sementara bagi warga, nobar menjadi kesempatan menikmati atmosfer kompetisi sepak bola dunia tanpa harus meninggalkan kota mereka.
Antusiasme ratusan masyarakat hingga larut malam menjadi indikator bahwa olahraga masih memiliki kekuatan besar dalam membangun solidaritas sosial. Melalui kegiatan seperti ini, Kota Jambi tidak hanya merayakan pesta sepak bola dunia, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan, sportivitas, serta optimisme terhadap tumbuhnya ekonomi lokal berbasis aktivitas masyarakat.








