JAMBI – Keterbatasan fisik bukan penghalang untuk terus berkreasi dan tampil percaya diri di ruang digital. Media sosial kini membuka peluang bagi siapa saja untuk memperkenalkan potensi diri, karya, dan usaha kepada khalayak yang lebih luas.
Semangat tersebut hadir dalam pelatihan “Inklusif Berkarya: Pelatihan Konten Digital untuk Mengembangkan Potensi dan Personal Branding di Media Sosial” yang digelar Rumah BUMN Jambi bersama Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia atau HWDI.

Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WIB di Gedung Rumah BUMN Jambi. Sebanyak 31 peserta wanita disabilitas mengikuti pelatihan ini dengan antusias.
Melalui kegiatan tersebut, Rumah BUMN Jambi membuka ruang belajar yang setara, ramah, dan inklusif. Peserta mendapat bekal keterampilan digital untuk memperkuat identitas diri, membangun personal branding, dan mengembangkan potensi usaha.
Dorong Ruang Belajar yang Inklusif
Kolaborasi Rumah BUMN Jambi dan HWDI menjadi bentuk dukungan terhadap pemberdayaan perempuan disabilitas. Kegiatan ini memberi kesempatan kepada peserta untuk mengakses pelatihan yang relevan dengan perkembangan digital.
Rumah BUMN Jambi menilai kemampuan mengelola media sosial semakin penting. Platform digital tidak hanya menjadi ruang komunikasi, tetapi juga sarana promosi, edukasi, dan pengembangan jejaring.
Bagi peserta, keterampilan membuat konten dapat membuka banyak peluang. Mereka dapat memperkenalkan kemampuan, membangun citra diri, memasarkan produk, atau menyampaikan cerita inspiratif kepada masyarakat.
Pelatihan ini juga mendorong peserta agar lebih percaya diri. Dengan strategi yang tepat, media sosial dapat menjadi ruang untuk menunjukkan potensi dan membangun kemandirian.
Belajar Personal Branding bersama Content Creator
Pelatihan ini menghadirkan Juanda Lian, seorang content creator, sebagai narasumber utama. Ia membagikan pengalaman dan strategi dalam membangun konten digital yang menarik bagi audiens.
Juanda menjelaskan bahwa personal branding menjadi kunci penting untuk menonjol di media sosial. Setiap peserta perlu mengenali keunikan, kemampuan, dan nilai yang ingin ditampilkan.
Peserta juga belajar menentukan citra diri yang ingin dibangun. Citra tersebut dapat berkaitan dengan keterampilan, minat, pengalaman, produk, maupun cerita perjuangan masing-masing.
Dengan personal branding yang kuat, seseorang dapat lebih mudah dikenali oleh audiens. Identitas yang konsisten juga membantu membangun kepercayaan di ruang digital.
Kenali Potensi Diri sebagai Dasar Konten
Salah satu materi penting dalam pelatihan ini ialah mengenali potensi diri. Peserta diajak memahami bahwa konten yang kuat berawal dari keunikan masing-masing individu.
Keunikan tersebut dapat menjadi fondasi dalam menyusun ide konten. Peserta dapat mengangkat aktivitas harian, keterampilan, produk, pengalaman, atau nilai positif yang ingin dibagikan.
Narasumber juga mengajak peserta memahami target audiens. Dengan mengenali siapa yang ingin dijangkau, peserta dapat membuat konten yang lebih relevan dan mudah diterima.
Pendekatan ini membantu peserta membuat konten yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki arah yang jelas. Konten yang terarah dapat mendukung tujuan personal branding maupun pengembangan usaha.
Praktik Membuat Konten Digital
Pelatihan tidak hanya berisi teori. Peserta juga mendapat kesempatan untuk langsung mempraktikkan pembuatan konten kreatif.
Juanda membimbing peserta dalam merancang ide, menyusun pesan, dan mengeksekusi visual. Peserta belajar bahwa konten berkualitas dapat dibuat menggunakan alat sederhana, termasuk telepon genggam.
Mereka juga mempelajari cara menyusun kalimat promosi yang menarik. Pesan dalam konten perlu singkat, jelas, dan sesuai dengan karakter audiens.
Selain itu, peserta belajar memilih sudut pengambilan gambar, menampilkan ekspresi yang percaya diri, serta menyampaikan informasi secara natural. Praktik ini membuat materi lebih mudah dipahami dan langsung dapat diterapkan.
Antusiasme Peserta Terlihat Sejak Awal
Suasana pelatihan berlangsung hangat, aktif, dan interaktif. Sebanyak 31 peserta menunjukkan semangat belajar sejak awal kegiatan.
Mereka aktif berdiskusi, bertanya, dan menggali ide bersama narasumber. Beberapa peserta juga berani mencoba membuat konten langsung di lokasi pelatihan.
Keberanian tersebut menunjukkan potensi besar yang dimiliki peserta. Dengan pendampingan yang tepat, mereka dapat mengembangkan keterampilan digital secara lebih percaya diri.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa ruang belajar inklusif dapat mendorong partisipasi yang aktif. Setiap peserta memiliki kesempatan untuk belajar, mencoba, dan menampilkan kemampuannya.
Media Sosial sebagai Ruang Berkarya
Melalui pelatihan ini, peserta memahami bahwa media sosial dapat menjadi ruang berkarya yang luas. Mereka dapat menggunakannya untuk memperkenalkan diri, membagikan karya, serta membangun jaringan baru.
Bagi peserta yang memiliki usaha, konten digital dapat membantu promosi produk. Foto, video pendek, cerita usaha, dan testimoni dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran.
Personal branding juga dapat memperkuat kepercayaan calon pelanggan. Ketika audiens mengenal cerita dan nilai di balik sebuah usaha, hubungan yang terbangun dapat menjadi lebih kuat.
Dengan konsistensi, konten digital dapat membuka peluang baru. Peserta dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan memperkuat posisi mereka di ruang digital.
Rumah BUMN Jambi Perkuat Pemberdayaan Disabilitas
Rumah BUMN Jambi berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal nyata bagi peserta. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat segera diterapkan dalam aktivitas sehari-hari maupun pengembangan usaha.
Kolaborasi bersama HWDI juga menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendampingan. Rumah BUMN Jambi terus mendorong agar pelatihan UMKM dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.
Melalui program inklusif seperti ini, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis. Mereka juga memperoleh ruang untuk membangun kepercayaan diri, memperluas jejaring, dan menampilkan potensi.
Dengan personal branding yang kuat dan konten digital yang menarik, wanita disabilitas di Jambi memiliki peluang untuk semakin mandiri, tangguh, dan berdaya.
Rumah BUMN Jambi berharap semangat ini terus tumbuh. Dengan akses pelatihan, kreativitas, dan dukungan ekosistem yang tepat, UMKM disabilitas Jambi dapat terus berkembang dan semakin #NaikKelas.








