Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Setelah 52 Tahun, Apa yang Harus Dibenahi Tirta Mayang untuk Memenuhi Kebutuhan Air Warga Jambi?

badge-check


					Setelah 52 Tahun, Apa yang Harus Dibenahi Tirta Mayang untuk Memenuhi Kebutuhan Air Warga Jambi? Perbesar

52 Tahun Tirta Mayang dan Tantangan Lama Air Bersih: Jambi Mendorong Perbaikan dari Jaringan hingga Layanan

Genap berusia 52 tahun, Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi menghadapi ukuran keberhasilan yang semakin sederhana sekaligus semakin penting: seberapa andal air bersih mengalir kepada masyarakat. Pada peringatan hari jadinya, Pemerintah Kota Jambi mendorong perusahaan daerah itu mempercepat pembenahan jaringan, mengurangi kebocoran pipa, memperluas distribusi, serta merespons pengaduan pelanggan dengan lebih cepat.

Puncak peringatan HUT ke-52 Perumdam Tirta Mayang berlangsung di halaman kantor perusahaan, Sabtu, 1 Agustus 2026. Sekretaris Daerah Kota Jambi A. Ridwan hadir mewakili Wali Kota Jambi Maulana dan menyampaikan sejumlah catatan pemerintah daerah mengenai kualitas layanan air bersih.

Momentum tersebut pada akhirnya bukan hanya perayaan usia perusahaan. Ia menjadi kesempatan untuk mengukur kembali kemampuan sebuah badan usaha milik daerah dalam menjalankan fungsi yang sangat mendasar: menyediakan air bersih secara merata, andal, dan responsif.

Infrastruktur Air Bersih Menjadi Pekerjaan Utama

Bagi pelanggan, kualitas layanan air bersih sering kali diukur dari hal yang sangat praktis: apakah air mengalir ketika dibutuhkan, apakah distribusinya stabil, dan seberapa cepat gangguan ditangani.

Pemerintah Kota Jambi melihat persoalan tersebut masih membutuhkan perhatian.

Ridwan menyebut tiga hal yang harus menjadi fokus pembenahan, yakni penanganan kebocoran pipa, penambahan jaringan distribusi air, dan percepatan respons terhadap pengaduan pelanggan.

“Ada beberapa poin yang menjadi perhatian kami, di antaranya penanganan kebocoran pipa, penambahan jaringan distribusi air, serta respons yang cepat terhadap setiap pengaduan pelanggan,” tegas Ridwan.

Ketiga persoalan tersebut sebenarnya saling berhubungan.

Jaringan yang mengalami kebocoran akan mengurangi efisiensi distribusi. Jaringan yang belum menjangkau kawasan tertentu membatasi perluasan pelayanan. Sementara respons pengaduan yang lambat dapat memperbesar jarak antara perusahaan dan pelanggan.

Karena itu, perbaikan layanan tidak cukup dilakukan pada satu titik. Yang dibutuhkan adalah pembenahan sistem secara menyeluruh.

Kelancaran Distribusi Masih Menjadi Sorotan

Ridwan juga mengakui bahwa persoalan kelancaran distribusi air masih dirasakan sebagian masyarakat, bahkan di lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Namun, ia optimistis tantangan tersebut dapat ditangani melalui kepemimpinan dan semangat baru jajaran direksi Perumdam Tirta Mayang.

Pernyataan tersebut penting karena memperlihatkan bahwa evaluasi pemerintah daerah tidak hanya berbasis laporan administratif.

Pengalaman masyarakat menjadi salah satu ukuran penting.

Bagi perusahaan penyedia layanan publik, angka pelanggan, kapasitas produksi, dan laporan keuangan memang diperlukan. Tetapi ukuran tersebut harus diterjemahkan menjadi pengalaman yang dirasakan pelanggan setiap hari.

Air yang mengalir dengan baik adalah bentuk pelayanan publik yang paling konkret.

Perumdam Dituntut Lebih Responsif

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Arianto mengatakan perusahaan berkomitmen meningkatkan keandalan produksi dan distribusi, mempercepat penanganan pengaduan, serta terus merencanakan perluasan cakupan pelayanan air minum.

“Dengan potensi SDM yang kami miliki, kami berkomitmen meningkatkan keandalan produksi dan distribusi air, mempercepat penanganan pengaduan pelanggan, serta terus merencanakan perluasan cakupan pelayanan air minum,” kata Arianto.

Komitmen tersebut menunjukkan bahwa tantangan Tirta Mayang tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur.

Ada persoalan keandalan operasional dan kualitas hubungan dengan pelanggan.

Ketika gangguan terjadi, pelanggan tidak hanya membutuhkan perbaikan. Mereka juga membutuhkan informasi: apa yang terjadi, wilayah mana yang terdampak, dan kapan pelayanan diperkirakan kembali normal.

Di era ketika masyarakat semakin terbiasa dengan layanan yang cepat dan transparan, komunikasi menjadi bagian dari kualitas pelayanan itu sendiri.

Memperluas Jaringan di Tengah Kebutuhan yang Bertambah

Perumdam Tirta Mayang juga menghadapi kebutuhan untuk memperluas cakupan pelayanan.

Data perusahaan menunjukkan jumlah pelanggan telah mencapai sekitar 109 ribu sambungan pada 2026. Pada tahun yang sama, perusahaan berhasil menambah sekitar 5.100 pelanggan baru, terutama melalui pengembangan jaringan di wilayah barat Zona II, termasuk Kecamatan Alam Barajo dan sebagian wilayah Jambi Timur.

Angka tersebut menunjukkan dua hal sekaligus.

Pertama, kebutuhan masyarakat terhadap layanan air perpipaan terus berkembang. Kedua, perluasan pelanggan harus berjalan seiring dengan kemampuan produksi dan distribusi.

Menambah sambungan tanpa memastikan kapasitas sistem dapat menciptakan tekanan baru terhadap pelayanan.

Karena itu, ekspansi jaringan harus berjalan bersama investasi pada sumber air, instalasi produksi, jaringan distribusi, pengurangan kehilangan air, dan pemeliharaan infrastruktur.

Mengurangi Kebocoran Bukan Sekadar Soal Teknis

Salah satu sorotan pemerintah adalah tingkat kebocoran jaringan.

Dalam industri air minum, kehilangan air menjadi persoalan penting karena air yang telah diproduksi tidak seluruhnya sampai kepada pelanggan. Penyebabnya dapat berkaitan dengan kebocoran fisik jaringan maupun faktor nonteknis.

Bagi perusahaan daerah, mengurangi kehilangan air berarti meningkatkan efisiensi.

Air yang berhasil diproduksi dan didistribusikan dengan lebih baik dapat mendukung penambahan pelanggan tanpa selalu harus membangun kapasitas baru dalam skala yang sama.

Karena itu, perbaikan jaringan lama sebenarnya memiliki nilai strategis yang sama pentingnya dengan pembangunan jaringan baru.

Ekspansi memperluas pelayanan; efisiensi memastikan pelayanan tersebut dapat dipertahankan.

Perusahaan Daerah Harus Mampu Berkembang

Tantangan Tirta Mayang juga tidak hanya menyangkut pelayanan.

Sebagai perusahaan umum daerah, perusahaan harus menjaga keseimbangan antara fungsi pelayanan publik dan kesehatan bisnis.

Pada peringatan HUT ke-52 yang berlangsung sehari sebelumnya, Wali Kota Maulana mendorong Tirta Mayang menjadi perusahaan yang sehat, profesional, mandiri, dan semakin mampu memberikan kontribusi bagi daerah. Ia juga mendorong peningkatan kapasitas produksi, distribusi, pengurangan kebocoran, serta pengembangan pembiayaan melalui investasi dan kolaborasi.

Hal ini menjadi semakin relevan di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Perusahaan daerah dituntut tidak hanya menunggu dukungan APBD, tetapi juga mampu mengembangkan model bisnis yang sehat tanpa mengabaikan fungsi pelayanan publik.

Dengan demikian, pelayanan yang lebih baik dan kemandirian perusahaan seharusnya bukan dua tujuan yang bertentangan.

Perusahaan yang sehat justru memiliki ruang lebih besar untuk berinvestasi pada jaringan dan teknologi yang dibutuhkan pelanggan.

TJSL Didorong Lebih Kolaboratif

Pemerintah Kota Jambi juga meminta Perumdam Tirta Mayang mengoptimalkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR).

Ridwan mencontohkan fasilitas umum seperti lampu jalan yang mengalami kerusakan dan sering dikeluhkan warga. Menurutnya, Perumdam dapat membangun kolaborasi dengan instansi terkait, termasuk PLN, sehingga persoalan pelayanan publik dapat diselesaikan secara terpadu.

Pendekatan tersebut memperluas definisi kontribusi perusahaan daerah.

Tanggung jawab sosial tidak hanya berupa bantuan sesaat. Ia dapat diarahkan untuk menjawab persoalan masyarakat yang memiliki dampak lebih panjang.

Dalam konteks perusahaan daerah, kolaborasi lintas sektor juga memungkinkan sumber daya yang terbatas digunakan secara lebih efektif.

HUT ke-52 dan Hubungan dengan Masyarakat

Peringatan ulang tahun Perumdam Tirta Mayang juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial.

Perusahaan menyalurkan 22 unit lampu jalan, santunan kepada anak yatim di empat panti asuhan, serta tali asih bagi pegawai dan Persatuan Pensiunan PDAM Tirta Mayang. Pada hari puncak, kegiatan juga mencakup Fun Run, bazar UMKM, donor darah, dan pemeriksaan kesehatan gratis bersama Dharma Wanita Persatuan Perumdam Tirta Mayang.

Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa perusahaan ingin mempertahankan hubungan dengan masyarakat di luar hubungan sebagai penyedia dan pelanggan.

Namun, bentuk tanggung jawab sosial yang paling menentukan tetap berada pada fungsi utama perusahaan.

Bagi masyarakat, kontribusi Tirta Mayang yang paling terasa adalah ketika air bersih tersedia secara konsisten.

Tantangan Setelah Perayaan

Peringatan HUT ke-52 memberikan ruang untuk mengevaluasi perjalanan perusahaan. Tetapi setelah acara selesai, tantangan sebenarnya kembali berada di lapangan.

Pipa yang bocor tetap harus diperbaiki.

Jaringan yang belum menjangkau warga tetap perlu diperluas.

Pengaduan pelanggan tetap harus dijawab.

Dan kebutuhan air bersih akan terus meningkat seiring pertumbuhan kota.

Karena itu, keberhasilan transformasi Tirta Mayang akan lebih tepat diukur melalui indikator yang dirasakan masyarakat: stabilitas distribusi, kecepatan penanganan gangguan, cakupan pelayanan, efisiensi jaringan, dan kepuasan pelanggan.

Usia 52 tahun bukan hanya angka sejarah.

Ia menjadi ukuran seberapa jauh pengalaman puluhan tahun dapat diterjemahkan menjadi sistem pelayanan yang lebih matang.

Menuju Tirta Mayang yang Lebih Andal

Bagi Kota Jambi, Perumdam Tirta Mayang memegang posisi strategis karena air bersih menyentuh hampir setiap aspek kehidupan masyarakat.

Rumah tangga membutuhkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Dunia usaha membutuhkan kepastian pasokan. Fasilitas kesehatan, pendidikan, dan berbagai layanan publik juga membutuhkan sistem air yang dapat diandalkan.

Karena itu, pembenahan Tirta Mayang pada akhirnya bukan sekadar agenda korporasi.

Ia merupakan bagian dari agenda pembangunan kota.

Jika kebocoran dapat ditekan, jaringan diperluas, kapasitas produksi meningkat, dan pengaduan ditangani dengan cepat, maka manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat.

Sebaliknya, jika pembenahan berjalan lambat, pertumbuhan pelanggan dan kebutuhan kota dapat semakin memperbesar tekanan terhadap sistem.

Dari 52 Tahun Pengalaman ke Masa Depan Pelayanan

HUT ke-52 Perumdam Tirta Mayang akhirnya membawa satu pesan yang cukup jelas: perusahaan daerah tidak cukup hanya bertahan; ia harus terus berubah mengikuti kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kota Jambi telah menyampaikan prioritasnya—memperbaiki jaringan, mengurangi kebocoran, memperluas distribusi, dan mempercepat respons terhadap pelanggan. Di sisi lain, manajemen Tirta Mayang menyatakan kesiapan untuk mempercepat transformasi pelayanan dan memperkuat kapasitas internal.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah perubahan diperlukan.

Perubahan itu memang diperlukan.

Pertanyaan berikutnya adalah seberapa cepat perubahan tersebut dapat diterjemahkan menjadi air yang lebih andal di rumah-rumah warga.

Sebab, bagi perusahaan penyedia air minum, keberhasilan paling sederhana sekaligus paling penting tidak berada di panggung perayaan ulang tahun.

Ia berada di balik keran.

Ketika keran dibuka dan air mengalir dengan baik, di situlah 52 tahun perjalanan Tirta Mayang menemukan maknanya sebagai pelayanan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

NGOFILM Hadirkan Ruang Santai dan Inspirasi, 23 Peserta Ngopi Sambil Nonton Film di Co-Working Space Rumah BUMN Jambi

28 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Lindungi Merek, Perkuat Usaha: Rumah BUMN Jambi Edukasi UMK tentang Pentingnya HKI

28 Agustus 2026 - 02:12 WIB

Festival Batanghari 2026 Jadi Panggung Produk Lokal, 20 UMK Ramaikan Kampung Ekraf

28 Agustus 2026 - 02:01 WIB

Kanwil Kementerian Hukum RI Jambi dan Rumah BUMN Jambi Perkuat Sinergi Perlindungan Kekayaan Intelektual UMKM

24 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Rumah BUMN Jambi dan GoFood Latih Pedagang Pasar Tradisional Go Digital

20 Agustus 2026 - 01:37 WIB

#JambiBergerak BERITA