Rumah BUMN Jambi menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Strategi Pengembangan Bisnis: Menjual Nilai, Bukan Hanya Produk” pada Jumat (15/8/2025) bertempat di Rumah BUMN Jambi. Kegiatan ini diikuti oleh 17 pelaku UMKM binaan Rumah BUMN Jambi dengan menghadirkan seorang narasumber berkompeten, yakni Dr. Agesha Marsyaf, S.TKom., MM selaku dosen Universitas Jambi, konsultan bisnis, sekaligus trainer UMKM bersertifikat BNSP. Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias oleh para peserta.
Latar belakang kegiatan ini berangkat dari kebutuhan UMKM untuk beradaptasi dengan dinamika pasar yang semakin kompetitif. Rumah BUMN Jambi memfasilitasi pelatihan agar pelaku UMKM mampu mengembangkan usaha dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada produk, melainkan juga pada nilai yang ditawarkan. Sebanyak 17 UMKM binaan hadir dengan semangat belajar tinggi untuk memahami bagaimana strategi pengembangan bisnis dapat meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan mempertahankan keberlangsungan usaha.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan para pelaku UMKM dalam memahami pentingnya diferensiasi bisnis. Melalui pelatihan, peserta diajak untuk membangun strategi berbasis nilai, sehingga konsumen tidak hanya membeli produk karena kebutuhan semata, tetapi juga karena keunikan, manfaat, dan nilai emosional yang melekat pada produk tersebut. Dengan pemahaman ini, UMKM diharapkan mampu menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan, meningkatkan loyalitas, serta memperkuat identitas usaha di tengah kompetisi pasar yang semakin ketat.
Dalam sambutannya, Manajer Rumah BUMN Jambi, Yeri Pradinata, menegaskan pentingnya pelatihan ini bagi para pelaku UMKM. “Hari ini kita tidak hanya belajar tentang menjual produk, tetapi lebih dari itu, kita belajar bagaimana menjual nilai. UMKM binaan Rumah BUMN Jambi harus terus berinovasi agar tetap relevan dengan perubahan zaman,” ujarnya saat membuka acara.
Sementara itu, pemateri, Dr. Agesha Marsyaf, S.TKom., MM, menyampaikan pandangannya terkait perubahan perilaku konsumen di era saat ini. “Yang saya rasakan saat ini adalah perubahan pergeseran konsumen, dari generasi milenial ke generasi alpha dan gen Z dalam membeli produk. Generasi milenial itu biasanya loyal, tapi gen Z dan gen alpha suka produk-produk yang authentic,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi pembahasan penting dalam sesi diskusi. Para pelaku UMKM didorong untuk mulai memahami karakteristik konsumen generasi muda yang lebih kritis, gemar bereksperimen, dan menuntut keaslian produk. Dengan memahami pola tersebut, UMKM dapat menyesuaikan strategi pemasaran dan pengembangan produk agar sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.
Kegiatan pelatihan ditutup dengan rangkuman inti bahwa menjual nilai adalah kunci utama dalam membangun bisnis yang berkelanjutan. Peserta didorong untuk mempraktikkan materi yang telah diperoleh dengan meninjau kembali strategi bisnis mereka masing-masing. Sebagai tindak lanjut, Rumah BUMN Jambi berencana mengadakan sesi pendampingan lanjutan berupa klinik bisnis dan konsultasi personal, sehingga UMKM binaan dapat mengimplementasikan strategi pengembangan bisnis secara nyata.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM binaan Rumah BUMN Jambi semakin siap menghadapi tantangan pasar dan mampu bersaing dengan menonjolkan nilai yang berbeda dari produknya. Dengan demikian, tujuan besar membangun UMKM tangguh, inovatif, dan berdaya saing tinggi dapat terwujud secara berkesinambungan.








