Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Wali Kota Maulana Perkenalkan Kota Jambi sebagai Gerbang Global Harmoni Budaya di Forum Indonesia-Tiongkok 2026

badge-check


					Wali Kota Maulana Perkenalkan Kota Jambi sebagai Gerbang Global Harmoni Budaya di Forum Indonesia-Tiongkok 2026 Perbesar

Dari Muaro Jambi ke Dunia, Kota Jambi Menawarkan Diplomasi Berbasis Budaya

Kota Jambi membawa sejarah dan keberagaman budayanya ke panggung internasional. Dalam Dialog Pemerintah Daerah Indonesia-Tiongkok 2026 di Yogyakarta, Wali Kota Jambi Maulana memperkenalkan kotanya sebagai “gerbang global bagi harmoni budaya”, sekaligus menawarkan sejarah hubungan Indonesia dan Tiongkok sebagai fondasi untuk membangun kerja sama antarkota yang lebih konkret.

Maulana menjadi salah satu pembicara dalam forum yang berlangsung di Bima Room, Yogyakarta City Hall, Selasa, 11 Agustus 2026. Forum tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) dan Chinese People’s Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFFC), dengan Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai tuan rumah.

Bagi Kota Jambi, kehadiran dalam forum ini bukan sekadar agenda diplomasi. Pemerintah kota melihat pertemuan tersebut sebagai kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka jalur kerja sama di bidang budaya, pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, perdagangan, dan tata kelola perkotaan.

Kota Jambi Menawarkan Keberagaman sebagai Modal Diplomasi

Dalam paparannya bertajuk “Jambi City: A Global Gateway for Cultural Harmony”, Maulana memperkenalkan visi Kota Jambi sebagai pusat perdagangan dan jasa yang bersih, aman, harmonis, religius, inovatif, dan sejahtera.

Namun, yang menjadi salah satu kekuatan utama dalam narasi tersebut adalah keberagaman masyarakat Kota Jambi.

Maulana menyebut Kota Jambi tumbuh dari keberagaman adat dan budaya yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dalam perspektif pembangunan kota, keberagaman itu tidak semata-mata merupakan warisan sosial, tetapi juga dapat menjadi modal diplomasi untuk membangun hubungan dengan kota-kota lain di dunia.

Gagasan tersebut menempatkan budaya dalam posisi yang lebih strategis. Budaya bukan hanya sesuatu yang dipertunjukkan kepada wisatawan, melainkan dapat menjadi bahasa yang mempertemukan masyarakat dari latar belakang berbeda.

Muaro Jambi dan Jejak Hubungan Indonesia-Tiongkok

Salah satu titik penting yang diangkat Maulana adalah Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi.

Kawasan tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari sejarah panjang peradaban di Jambi, sekaligus sebagai bukti hubungan masa lalu yang melibatkan pendidikan, agama, perdagangan, dan pertukaran budaya di kawasan Asia.

Maulana mengatakan:

“Hubungan Indonesia dan Tiongkok memiliki sejarah yang panjang. Muaro Jambi menjadi salah satu bukti bahwa sejak masa lampau telah terjalin hubungan peradaban, pendidikan, budaya dan perdagangan yang melintasi batas wilayah.”

Pernyataan tersebut memberikan perspektif berbeda terhadap situs sejarah.

Muaro Jambi tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu yang perlu dilestarikan, tetapi juga sebagai titik temu yang dapat digunakan untuk membangun hubungan baru.

Dalam diplomasi modern, sejarah semacam itu dapat menjadi aset. Ia memberikan konteks mengapa hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Tiongkok memiliki akar yang lebih panjang daripada hubungan antarpemerintah pada masa kini.

Pariwisata Menjadi Pintu Masuk Kerja Sama

Sejarah kemudian bertemu dengan sektor pariwisata.

Pemerintah Kota Jambi melihat warisan sejarah dan budaya sebagai salah satu pintu masuk untuk mengembangkan kerja sama pariwisata dengan mitra internasional. Pengembangan wisata berbasis sejarah dan budaya, menurut Maulana, dapat berjalan beriringan dengan pendidikan, ekonomi kreatif, serta pertukaran budaya.

Pendekatan tersebut penting karena wisata budaya tidak hanya menjual sebuah lokasi.

Wisatawan datang untuk mencari pengalaman, cerita, dan hubungan dengan sejarah suatu tempat. Semakin kuat narasi yang dibangun, semakin besar peluang sebuah destinasi memiliki daya tarik yang berbeda dari daerah lain.

Dalam konteks itu, Muaro Jambi dapat menjadi salah satu bagian dari narasi besar mengenai posisi Jambi dalam sejarah perdagangan dan pertukaran peradaban Asia.

Wisatawan Tiongkok Menjadi Salah Satu Pasar Penting

Maulana juga menyampaikan data yang menurutnya memperlihatkan kedekatan hubungan tersebut dalam konteks pariwisata.

“Faktanya turis terbanyak datang ke Kota Jambi 34 persen dari China, ini wujud dari eratnya hubungan kita sejak masa lalu (people to people).”

Angka tersebut menjadi salah satu alasan mengapa hubungan antarmasyarakat atau people-to-people relations memiliki arti strategis.

Jika hubungan sejarah dapat diterjemahkan menjadi arus wisata, pertukaran budaya, pendidikan, dan aktivitas ekonomi, maka diplomasi tidak lagi berhenti pada pertemuan pejabat.

Ia dapat dirasakan oleh pelaku usaha, pekerja pariwisata, pelajar, seniman, pelaku ekonomi kreatif, hingga masyarakat umum.

Dari Diplomasi Seremonial ke Kerja Sama Konkret

Salah satu pesan utama Maulana dalam forum tersebut adalah pentingnya mengubah hubungan antarkota dari sekadar pertemuan formal menjadi kerja sama yang menghasilkan manfaat.

“Melalui kerja sama antarkota, kita ingin membangun hubungan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghasilkan kolaborasi konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Maulana.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena forum internasional sering kali menghasilkan banyak deklarasi, tetapi tantangan sebenarnya muncul setelah delegasi kembali ke daerah masing-masing.

Kerja sama baru memiliki nilai apabila menghasilkan program yang dapat diukur: pertukaran pelajar, promosi destinasi wisata, kerja sama ekonomi kreatif, pengembangan kapasitas aparatur, investasi, atau proyek bersama lainnya.

Kota Jambi kini memiliki peluang untuk membawa gagasan tersebut ke tahap berikutnya.

Membuka Peluang Investasi dan Ekonomi Kreatif

Pemerintah Kota Jambi juga melihat diplomasi antarkota sebagai instrumen untuk membuka peluang ekonomi.

Selain budaya dan pariwisata, sektor perdagangan, pendidikan, investasi, dan ekonomi kreatif turut menjadi ruang kerja sama yang ditawarkan.

Jika dikelola secara tepat, hubungan internasional di tingkat kota dapat memberikan manfaat yang lebih langsung.

Pelaku UMKM, misalnya, dapat memperoleh akses terhadap pasar baru. Sektor pariwisata dapat menjangkau wisatawan dari negara mitra. Sementara lembaga pendidikan dapat memperluas jaringan pertukaran pengetahuan.

Dengan demikian, diplomasi tidak hanya menjadi urusan pemerintah, tetapi menciptakan ekosistem yang melibatkan masyarakat.

Kota Jambi di Tengah Jaringan Kota Asia

Forum Indonesia-Tiongkok 2026 juga menunjukkan semakin pentingnya kerja sama pemerintah daerah dalam hubungan internasional.

Pemerintah kota dan kabupaten kini menghadapi persoalan yang sering kali memiliki karakter lintas batas: perubahan iklim, urbanisasi, perdagangan, pariwisata, teknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Karena itu, pertukaran pengalaman antarkota dapat menjadi cara untuk mencari solusi yang lebih sesuai dengan kondisi lokal.

Forum tersebut diarahkan untuk memperkuat pertukaran pengalaman antara pemerintah daerah Indonesia dan Tiongkok serta mendorong kerja sama praktis dalam pembangunan ekonomi, kebudayaan, pariwisata, dan tata kelola perkotaan.

Tantangan Setelah Panggung Internasional

Memperkenalkan Kota Jambi ke forum internasional merupakan langkah penting. Namun, pekerjaan yang lebih sulit justru dimulai setelah forum berakhir.

Kota Jambi perlu memastikan bahwa narasi tentang “gerbang global harmoni budaya” memiliki bentuk nyata.

Jika Muaro Jambi diposisikan sebagai bagian penting dari hubungan sejarah Indonesia-Tiongkok, misalnya, maka pengembangan kawasan tersebut perlu didukung oleh akses, fasilitas wisata, promosi, kualitas layanan, dan perlindungan terhadap warisan budaya.

Begitu pula dengan ekonomi kreatif dan perdagangan. Ketertarikan dari luar daerah harus dapat diterjemahkan menjadi peluang yang benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat lokal.

Diplomasi budaya pada akhirnya membutuhkan lebih dari sekadar cerita yang menarik. Ia membutuhkan kapasitas untuk mengubah cerita tersebut menjadi kerja sama.

Dari Sejarah Menuju Masa Depan

Keikutsertaan Wali Kota Maulana dalam Dialog Pemerintah Daerah Indonesia-Tiongkok 2026 memperlihatkan upaya Kota Jambi memperluas perannya dari sekadar pusat pemerintahan regional menjadi bagian dari jaringan kerja sama antarkota internasional.

Modal yang ditawarkan bukan hanya potensi ekonomi, tetapi juga sejarah.

Muaro Jambi, keberagaman masyarakat, budaya Melayu, perdagangan, pendidikan, dan pariwisata menjadi bagian dari identitas yang ingin dibawa ke ruang global.

Pemerintah Kota Jambi berharap jejaring tersebut dapat membuka peluang kolaborasi sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Tiongkok. Kerja sama itu juga diharapkan memberi dampak terhadap pendapatan daerah dan memperluas kesempatan bagi masyarakat.

Pada akhirnya, diplomasi kota bukan hanya tentang bagaimana sebuah daerah memperkenalkan dirinya kepada dunia. Ia juga tentang bagaimana dunia dapat menemukan alasan untuk datang, bekerja sama, belajar, dan membangun hubungan dengan masyarakat di daerah tersebut.

Bagi Kota Jambi, jawabannya kini sedang dibangun melalui satu gagasan sederhana tetapi ambisius: menjadikan sejarah yang pernah menghubungkan berbagai peradaban sebagai jembatan untuk menciptakan kerja sama baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

NGOFILM Hadirkan Ruang Santai dan Inspirasi, 23 Peserta Ngopi Sambil Nonton Film di Co-Working Space Rumah BUMN Jambi

28 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Lindungi Merek, Perkuat Usaha: Rumah BUMN Jambi Edukasi UMK tentang Pentingnya HKI

28 Agustus 2026 - 02:12 WIB

Festival Batanghari 2026 Jadi Panggung Produk Lokal, 20 UMK Ramaikan Kampung Ekraf

28 Agustus 2026 - 02:01 WIB

Kanwil Kementerian Hukum RI Jambi dan Rumah BUMN Jambi Perkuat Sinergi Perlindungan Kekayaan Intelektual UMKM

24 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Rumah BUMN Jambi dan GoFood Latih Pedagang Pasar Tradisional Go Digital

20 Agustus 2026 - 01:37 WIB

#JambiBergerak BERITA