Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Mobilisasi Spiritual di Balik ‘Pengajian Bahagia’: Strategi Pemkot Jambi Berdayakan Majelis Taklim Perempuan

badge-check


					Mobilisasi Spiritual di Balik ‘Pengajian Bahagia’: Strategi Pemkot Jambi Berdayakan Majelis Taklim Perempuan Perbesar

JAMBI — Di banyak kota modern, kelompok-kelompok pengajian dan majelis taklim sering kali bergerak secara otonom, membatasi eksistensinya murni pada urusan spiritualitas dan ibadah ritual. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kini mengambil langkah taktis untuk meredefinisi peran tersebut. Dengan kesadaran bahwa perempuan—khususnya kaum ibu—merupakan jangkar utama dalam ketahanan keluarga tangga, pemerintah daerah berupaya mentransformasi kekuatan kolektif religius ini menjadi mesin penggerak kebijakan sosial dan tata lingkungan perkotaan.

Langkah konsolidasi ini terlihat jelas ketika Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota, pada Selasa (4/3/2026). Dihadiri oleh sekitar 400 peserta yang mewakili berbagai majelis taklim se-Kota Jambi, acara ini mengusung sebuah tema yang sarat akan pesan sosiologis: “Melalui Pesantren Ramadan Kita Perkuat Silaturahim dalam Membangun Keluarga Bahagia dan Qur’ani”.

Acara ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi tahunan di bulan suci, melainkan menjadi panggung bagi Maulana untuk meluncurkan sebuah cetak biru sosial yang baru.

Konsolidasi Kekuatan Dakwah: Lahirnya ‘Pengajian Bahagia’

Memanfaatkan momentum pertemuan ratusan aktivis keagamaan perempuan lintas organisasi tersebut, Wali Kota Maulana mengumumkan rencana pembentukan sebuah wadah konsolidasi berskala kota yang diberi nama Pengajian Bahagia. Secara konseptual, program yang dijadwalkan untuk diluncurkan secara resmi pasca-Idulfitri ini akan berfungsi sebagai forum rutin bulanan.

Tujuan utamanya adalah menyatukan berbagai kekuatan dakwah yang selama ini terfragmentasi di masing-masing wilayah. “Sebulan sekali kita gabungkan semua kekuatan pengajian dakwah ibu-ibu menjadi Pengajian Bahagia. Ini kekuatan besar untuk membangun karakter keluarga dan masyarakat,” urai Maulana di hadapan para peserta.

Pernyataan ini menggarisbawahi analisis pemerintah bahwa intervensi kebijakan publik—mulai dari pendidikan anak hingga kesehatan warga—akan jauh lebih efektif apabila disosialisasikan melalui mimbar-mimbar majelis taklim yang memiliki kedekatan emosional dan kultural dengan masyarakat akar rumput.

Titik Temu Antara Teologi dan Ekologi Urban

Apa yang membuat gagasan Pengajian Bahagia ini menarik adalah bagaimana Maulana menarik garis lurus antara nilai-nilai keagamaan (teologi) dengan persoalan riil perkotaan (ekologi dan infrastruktur urban). Dalam forum tersebut, ia tidak hanya berbicara tentang pembentukan karakter Qur’ani, tetapi juga langsung menyinggung agenda prioritas Pemkot Jambi: kebersihan ekosistem kota dan keamanan lingkungan.

Maulana menyadari bahwa persoalan sistematis seperti manajemen limbah rumah tangga tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan birokrasi yang kaku. Perlu ada pergeseran budaya (cultural shift) yang dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga. Saat ini, Pemkot Jambi tengah mengoptimalkan sistem pengangkutan sampah door-to-door menggunakan becak motor (bentor). Program ini membutuhkan partisipasi aktif dan kedisiplinan warga tangga, sebuah nilai kepatuhan yang coba ditanamkan melalui edukasi di majelis-majelis taklim.

Selain isu sanitasi lingkungan, Maulana juga memaparkan progres infrastruktur keamanan, yakni pemasangan kamera pengawas (CCTV) secara bertahap yang ditargetkan menjangkau seluruh Rukun Tetangga (RT) di Jambi.

Bagi pemerintah, keamanan fisik dan kebersihan lingkungan bukanlah entitas yang terpisah dari kesejahteraan spiritual. “Lingkungan bersih dan aman adalah fondasi keluarga bahagia. Ini sejalan dengan semangat Pesantren Ramadan,” tegas Maulana, merangkum filosofi kebijakannya.

Pada akhirnya, peluncuran gagasan Pengajian Bahagia ini membuktikan bahwa Pemkot Jambi tengah berupaya merajut sebuah tata kelola kota yang holistik. Dengan menempatkan kaum ibu dan majelis taklim tidak sekadar sebagai objek dakwah, melainkan sebagai mitra strategis pemerintah, Jambi tengah membangun sebuah kota yang tidak hanya tangguh secara infrastruktur, tetapi juga kokoh secara moral dan sosial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Inklusif Berkarya, Rumah BUMN Jambi dan GERKATIN Latih 17 Teman Tuli Membuat Sabun Handmade

28 Juli 2026 - 08:04 WIB

GAPEMBI Provinsi Jambi Siap Sinergi Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

26 Juli 2026 - 21:30 WIB

Bangun Kepercayaan Pelanggan, 17 UMKM Jambi Belajar Susun Company Profile Profesional

23 Juli 2026 - 09:18 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Kemenag Kota Jambi Gandeng BSI Gelar Capacity Building Petugas PTSP Menuju Service Excellence

17 Juli 2026 - 16:51 WIB

Pelaku Usaha Desa Mendalo Laut Belajar Legalitas dan AI Bersama Rumah BUMN Jambi

17 Juli 2026 - 03:00 WIB

#JambiBergerak BERITA