Malam puncak penganugerahan Grand Final Putra-Putri Melayu Provinsi Jambi 2026 yang berlangsung meriah di Lapangan MTQ Jambi, Jumat (21/8) malam, menjadi panggung pembuktian bagi bakat-bakat muda dalam merawat warisan leluhur. Di antara deretan finalis yang tampil anggun memperagakan busana adat, sosok cilik Callysta Putri Azzahra berhasil mencuri perhatian publik dan dewan juri hingga sukses memborong sejumlah trofi penghargaan bergengsi pada kategori Taman Kanak-Kanak (TK).
Perhelatan tahunan yang digagas oleh Sahabat Production bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jambi ini mengusung tema besar “Melayu Berbudaya, Jambi Berjaya”. Lebih dari sekadar ajang unjuk bakat dan estetika tata busana, helatan ini memegang peranan strategis dalam mentransmisikan nilai-nilai kearifan lokal Melayu Jambi kepada generasi belia sejak usia dini, di tengah derasnya arus modernisasi dan disrupsi budaya populer.

Tampil penuh percaya diri di atas karpet merah, Callysta memperagakan keanggunan busana adat Melayu Jambi yang kaya akan ornamen keemasan dan tenunan khas lengkap dengan penutup kepala tradisional. Penampilannya yang menggemaskan namun tetap menjunjung tinggi pakem kesopanan budaya Melayu menghantarkannya meraih trofi Juara II (Runner Up 1) dan Favorit Kategori Sosial Media tingkat provinsi untuk kategori TK. Dukungan masif dari publik di ruang siber turut mempertegas kapasitas sosial dan daya pikat bakat cilik ini sepanjang tahapan kompetisi.
Acara yang dimulai tepat pukul 19.00 WIB tersebut disaksikan oleh ratusan pasang mata yang memadati area Lapangan MTQ Jambi, serta mendapat dukungan dari berbagai mitra seperti Kiora Booth. Para peserta dari jenjang prasekolah hingga usia dewasa diuji tidak hanya dari segi artikulasi panggung dan penampilan fisik, melainkan juga pemahaman mendasar mengenai etika, tata krama, serta sejarah kebudayaan Melayu Jambi.
Keberhasilan penyelenggaraan ajang ini memberikan sinyal positif bagi ekosistem pelestarian budaya di Provinsi Jambi. Penanaman rasa bangga terhadap identitas kedaerahan sejak jenjang pendidikan prasekolah dipandang sebagai investasi karakter yang krusial. Melalui keterlibatan aktif anak-anak seperti Callysta Putri Azzahra, regenerasi pelaku dan pengawal kebudayaan Melayu Jambi dipastikan tetap menyala, menjaga agar tradisi tidak sekadar menjadi catatan sejarah, melainkan tetap hidup, relevan, dan berdaya saing di masa depan.








