Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BUDAYA

Pelestarian Budaya Sejak Dini: Gemerlap Malam Grand Final Putra-Putri Melayu Provinsi Jambi 2026

badge-check


					Pelestarian Budaya Sejak Dini: Gemerlap Malam Grand Final Putra-Putri Melayu Provinsi Jambi 2026 Perbesar

Malam puncak penganugerahan Grand Final Putra-Putri Melayu Provinsi Jambi 2026 yang berlangsung meriah di Lapangan MTQ Jambi, Jumat (21/8) malam, menjadi panggung pembuktian bagi bakat-bakat muda dalam merawat warisan leluhur. Di antara deretan finalis yang tampil anggun memperagakan busana adat, sosok cilik Callysta Putri Azzahra berhasil mencuri perhatian publik dan dewan juri hingga sukses memborong sejumlah trofi penghargaan bergengsi pada kategori Taman Kanak-Kanak (TK).

Perhelatan tahunan yang digagas oleh Sahabat Production bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jambi ini mengusung tema besar “Melayu Berbudaya, Jambi Berjaya”. Lebih dari sekadar ajang unjuk bakat dan estetika tata busana, helatan ini memegang peranan strategis dalam mentransmisikan nilai-nilai kearifan lokal Melayu Jambi kepada generasi belia sejak usia dini, di tengah derasnya arus modernisasi dan disrupsi budaya populer.

Tampil penuh percaya diri di atas karpet merah, Callysta memperagakan keanggunan busana adat Melayu Jambi yang kaya akan ornamen keemasan dan tenunan khas lengkap dengan penutup kepala tradisional. Penampilannya yang menggemaskan namun tetap menjunjung tinggi pakem kesopanan budaya Melayu menghantarkannya meraih trofi Juara II (Runner Up 1) dan Favorit Kategori Sosial Media tingkat provinsi untuk kategori TK. Dukungan masif dari publik di ruang siber turut mempertegas kapasitas sosial dan daya pikat bakat cilik ini sepanjang tahapan kompetisi.

Acara yang dimulai tepat pukul 19.00 WIB tersebut disaksikan oleh ratusan pasang mata yang memadati area Lapangan MTQ Jambi, serta mendapat dukungan dari berbagai mitra seperti Kiora Booth. Para peserta dari jenjang prasekolah hingga usia dewasa diuji tidak hanya dari segi artikulasi panggung dan penampilan fisik, melainkan juga pemahaman mendasar mengenai etika, tata krama, serta sejarah kebudayaan Melayu Jambi.

Keberhasilan penyelenggaraan ajang ini memberikan sinyal positif bagi ekosistem pelestarian budaya di Provinsi Jambi. Penanaman rasa bangga terhadap identitas kedaerahan sejak jenjang pendidikan prasekolah dipandang sebagai investasi karakter yang krusial. Melalui keterlibatan aktif anak-anak seperti Callysta Putri Azzahra, regenerasi pelaku dan pengawal kebudayaan Melayu Jambi dipastikan tetap menyala, menjaga agar tradisi tidak sekadar menjadi catatan sejarah, melainkan tetap hidup, relevan, dan berdaya saing di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Festival Batanghari 2026 Jadi Panggung Produk Lokal, 20 UMK Ramaikan Kampung Ekraf

28 Agustus 2026 - 02:01 WIB

Pagelaran Etnik Tugu Juang Jambi Digelar 17–18 April 2026, Hadirkan Ragam Seni Budaya dan Pasar Kuliner Tradisional

15 April 2026 - 07:10 WIB

Urbanisasi dan Moderasi Beragama: Belajar dari Sungai Nibung

14 Maret 2026 - 18:16 WIB

Mengubah Mimbar Masjid Menjadi Balai Kota: Bagaimana Pemkot Jambi Menjadikan Safari Ramadan sebagai Instrumen Demokrasi Langsung

3 Maret 2026 - 22:18 WIB

Mengubah Zakat Menjadi Mesin Ekonomi: Pemkot Jambi dan Baznas RI Resmikan ‘Z Corner’ di Taman Banjuran Budayo

2 Maret 2026 - 17:10 WIB

#JambiBergerak BERITA