Menu

Mode Gelap
Ekspor ke Malaysia Masih Terbuka Lebar, Rumah BUMN Jambi Bekali 100 UMKM Strategi Go Global Pengurus GP Ansor Provinsi Jambi 2024-2028 Resmi Dilantik

BERITA

Mengubah Resep Medis Menjadi Kebijakan Publik: Visi Kepemimpinan Wali Kota Jambi di Mimbar Universitas Brawijaya

badge-check


					Mengubah Resep Medis Menjadi Kebijakan Publik: Visi Kepemimpinan Wali Kota Jambi di Mimbar Universitas Brawijaya Perbesar

Di tengah pergeseran paradigma tata kelola pemerintahan modern, profesi medis perlahan tidak lagi eksklusif dibatasi oleh dinding-dinding ruang praktik atau koridor rumah sakit. Realitas ini dipresentasikan dengan elegan oleh Wali Kota Jambi Maulana, ketika ia kembali ke almamaternya untuk berdiri di hadapan ratusan akademisi pada perayaan puncak Dies Natalis ke-52 Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) di Kota Malang, Minggu (11/1/2026).

Acara yang diselenggarakan di Gedung Samantha Krida tersebut bukanlah sekadar seremoni perayaan usia institusi. Mengusung tema besar “Dari FKUB untuk Indonesia: Mendidik Generasi Tenaga Kesehatan Inovatif Menuju Indonesia Sehat”, forum ini menjadi ruang diskursus yang membedah bagaimana eskalasi keahlian klinis dapat diterjemahkan menjadi instrumen kebijakan publik yang berdampak masif.

Sebagai alumnus FKUB angkatan 1994, kehadiran Wali Kota Jambi Maulana menggarisbawahi posisi strategis para lulusan kedokteran dalam arsitektur pembangunan nasional. Dalam forum bincang wicara tersebut, ia membagikan panggung bersama tokoh-tokoh prominen lainnya, termasuk Anggota Komisi IX DPR RI dr. Gamal Albinsaid, M.Biomed, serta Wakil Dekan I FKUB Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP(K), Ph.D. Kehadiran figur-figur ini menegaskan bahwa ranah kesehatan, legislasi, dan eksekutif adalah tiga pilar yang harus bersinergi demi mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Anatomi Kebijakan Publik dalam Lensa Keilmuan Kedokteran

Bagi sebagian orang, melompat dari dunia medis ke arena birokrasi dan politik mungkin terlihat sebagai sebuah anomali. Namun, dalam paparannya yang komprehensif, Maulana mematahkan premis tersebut. Ia meyakini bahwa diagnosis klinis terhadap seorang pasien memiliki akar filosofis yang sama dengan mendiagnosis permasalahan struktural sebuah kota. Latar belakang sebagai seorang dokter justru memberikannya fondasi analitis yang kuat dalam menjalankan perannya sebagai kepala daerah.

“Keilmuan kedokteran itu bersifat menyeluruh,” ujar Maulana di hadapan sivitas akademika Universitas Brawijaya. “Dari situlah lahir pendekatan kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.”

Pernyataan ini menyoroti pendekatan holistik dalam ilmu medis—di mana seorang dokter tidak hanya melihat gejala permukaan, tetapi mencari akar penyakit (patologi) secara sistemik. Ketika pola pikir ini diadopsi ke dalam tata kelola pemerintahan, kebijakan yang dihasilkan tidak sekadar populis, melainkan terukur, berorientasi pada data (evidence-based), dan tepat sasaran dalam meningkatkan taraf hidup warga.

Urgensi Literasi Manajerial dan Kemandirian Sosial

Selain menyoroti korelasi antara ilmu kesehatan dan kebijakan publik, diskusi juga mengerucut pada instrumen penunjang yang wajib dimiliki oleh lulusan kedokteran era modern: kecakapan berorganisasi, kepemimpinan, dan kewirausahaan (entrepreneurship).

Maulana, yang pada masa studinya aktif memimpin senat mahasiswa, menjadikan pengalaman organisasinya sebagai landasan krusial dalam membangun ketahanan manajerial. Menurutnya, kemampuan klinis yang brilian harus diimbangi dengan kepekaan sosial dan kecerdasan mengelola sumber daya. Melalui pengelolaan klinik hingga pembangunan fasilitas kesehatan yang lebih masif, seorang tenaga medis sejatinya sedang membangun pilar-pilar ekonomi dan kemandirian bagi masyarakat sekitarnya.

“Dari mengelola klinik hingga membangun rumah sakit, semua itu mengajarkan bagaimana pelayanan kesehatan bisa memberi manfaat sosial yang luas,” jelas tokoh nomor satu di Pemerintah Kota Jambi tersebut. “Dari sana pula lahir dorongan untuk berkontribusi lebih besar melalui jalur kepemimpinan.”

Merumuskan Standar Baru Lulusan FKUB

Pada akhirnya, perayaan Dies Natalis ke-52 ini merefleksikan komitmen Universitas Brawijaya dalam melahirkan lebih dari sekadar tenaga teknis kesehatan. FKUB tengah mencetak para inovator dan pemimpin masa depan. Narasi perjalanan Wali Kota Jambi Maulana dari ruang kuliah di Malang menuju kursi eksekutif di Jambi memberikan preseden nyata: bahwa stetoskop dan palu kebijakan bisa diayunkan dalam satu harmoni demi mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan berdaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lanjut Baco

Inklusif Berkarya, Rumah BUMN Jambi dan GERKATIN Latih 17 Teman Tuli Membuat Sabun Handmade

28 Juli 2026 - 08:04 WIB

GAPEMBI Provinsi Jambi Siap Sinergi Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

26 Juli 2026 - 21:30 WIB

Bangun Kepercayaan Pelanggan, 17 UMKM Jambi Belajar Susun Company Profile Profesional

23 Juli 2026 - 09:18 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, Kemenag Kota Jambi Gandeng BSI Gelar Capacity Building Petugas PTSP Menuju Service Excellence

17 Juli 2026 - 16:51 WIB

Pelaku Usaha Desa Mendalo Laut Belajar Legalitas dan AI Bersama Rumah BUMN Jambi

17 Juli 2026 - 03:00 WIB

#JambiBergerak BERITA